JURUS TEKNIKAL

JURUS TEKNIKAL

BAGAIMANA MENGGUNAKAN TIME FRAME BESAR DENGAN BAIK?

Story by : Indri Dwi
Category at: Analisa Teknikal
Published : January 12, 2021

Indri adalah Senior Trading Advisor yang memiliki lebih dari 6 tahun pengalaman dalam perdagangan Emas & Forex. Dia ada di sini untuk membantu Anda mendapatkan broker tepercaya.


zoom

Seringkali, kita mendengar pandangan miring mengenai trading forex jangka pendek dan risiko menggunakan time frame kecil (di bawah H1). Pergerakan harga yang cepat memang membuat time frame kecil kurang bisa diandalkan untuk membaca sinyal teknikal. Namun para trader ahli yang menguasai strategi trading jangka pendek, ternyata justru mengandalkan time frame kecil untuk menetapkan posisi entry. Seperti apa kiat sukses trading forex di time frame kecil yang bisa kita pelajari dari mereka?
 
1. Pakai TF Besar untuk Mengetahui Trend Utama

Sekalipun posisi entry dan exit ditetapkan pada time frame kecil, bukan berarti penggunaan time frame besar bisa ditanggalkan begitu saja. Agar tidak terkecoh noise yang banyak bermunculan di time frame kecil, para trader membaca tren pada time frame lebih besar untuk mengetahui arah pergerakan harga secara umum. Kiat sukses trading forex ini biasanya bahkan dilakukan terlebih dulu sebelum mereka mencari peluang entry di time frame kecil. Misalkan kita trading dengan time frame H1 sebagai acuan utama untuk menempatkan entry dan exit, maka kita bisa mundur ke time frame H4 untuk melihat bagaimana arah pergerakan harga di sana. Apabila masih memerlukan gambaran yang lebih besar lagi, maka tidak ada salahnya untuk berpindah lagi ke time frame D1 yang secara umum dianggap satu tingkat lebih besar dari H4. Dalam prinsip trading dengan lebih dari satu time frame, jumlah yang disarankan dan paling ideal adalah maksimal 3 time frame. Karena itu, sebaiknya jangan terlalu melangkah lebih jauh ke time frame W1 (mingguan) apalagi MN (bulanan), jika menggunakan H1 sebagai patokan entry.

Mengapa metode ini dianggap efektif dan bisa diterapkan sebagai kiat sukses trading forex di time frame kecil? Hal tersebut berkaitan dengan dinamika pergerakan harga yang akan kita bahas pada bagian berikutnya.

 
2. Perhatikan dan Pahami Dinamika Pergerakan Harga

Pada dasarnya, pergerakan harga di time frame kecil adalah penjabaran dari apa yang kita lihat di time frame besar. Idealnya, 4 candle di time frame H1 mewakili 1 candle di time frame H4. Hal ini karena H1 memperlihatkan perubahan harga setiap 1 jam, sementara H4 merepresentasikan perubahan harga setiap 4 jam sekali.

Tak hanya itu, 1 candle di time frame H4 bisa dikatakan 'merangkum' apa yang ditunjukkan oleh 4 candle di time frame H1. Jadi meskipun kita melihat 1 candle bullish di H4, 4 candle di grafik H1 belum tentu semuanya bullish. Bisa jadi ada 2 candle bullish dan 2 candle bearish, 1 candle bullish dan 3 candle bullish, dst. Sekalipun time frame H1 menunjukkan pergerakan yang beragam naik turun, selama harga ditutup lebih tinggi dari Open 4 jam sebelumnya, maka candle di H4 akan terbentuk sebagai candle bullish.

Masih bingung? Umpamakan saja pergerakan harga seperti ombak di lautan, seperti yang diterapkan pada prinsip trading dengan sistem Triple Screen. Harga di time frame terbesar dideskripsikan sebagai pasang surut ombak, time frame menengah mewakili gelombang, dan harga di time frame kecil hanyalah riak-riak kecil.

Fokus trader jangka pendek adalah untuk mendapat keuntungan dari pergerakan korektif. Sekalipun harga secara umum melemah, entry yang diambil tidak hanya berupa sell, tapi ada juga peluang dari order buy, karena patokan yang digunakan adalah time frame H1. Pemahaman mengenai analisa dengan time frame lebih besar bisa menjadi salah satu pertimbangan menentukan exit; apabila tren utama di time frame besar masih bearish, maka sebaiknya menentukan exit dalam range yang tidak terlalu lebar. Mengapa? Tentu saja karena pergerakan korektif hanya berlangsung sementara, dan harga biasanya akan kembali ke tren utama tak lama kemudian.

Namun jika situasi di time frame besar telah mengkonfirmasi reversal, maka sebaiknya gunakan target Stop Loss dan Take Profit yang lebih akomodatif. Kiat sukses trading forex yang satu ini juga bisa menjadi salah satu parameter untuk membuka posisi berikutnya.

3. Manajemen Risiko

Terlibat dalam aktivitas trading di time frame kecil yang cenderung berfrekuensi tinggi, tak berarti Anda bisa mengesampingkan pentingnya manajemen risiko. Justru dalam strategi seperti ini, manajemen risiko menjadi kiat sukses trading forex paling utama. Lebih dari sekedar Stop Loss dan Take Profit, manajemen risiko juga bisa menyangkut berapa ukuran trading maksimal per posisi yang sesuai batas toleransi Anda. Apakah 1%, 2%, atau 5% dari seluruh Balance.

Selain itu, trading di time frame kecil sangat sensitif terhadap biaya spread, karena open posisi biasanya didasarkan peluang-peluang korektif yang banyak bermunculan di time frame kecil. Karena itu, untuk menunjang manajemen risiko trading jangka pendek, sebaiknya pilih tipe broker terbaik untuk scalping. Umumnya, broker-broker seperti ini bisa menyediakan spread rendah dan eksekusi lancar. Jika kebijakan broker yang Anda gunakan kurang ideal untuk scalping, maka beban spread yang besar bisa mempengaruhi manajemen risiko Anda.

Kesimpulannya, trading jangka pendek sebaiknya dilakukan ketika Anda sudah benar-benar paham dinamika pasar, dan sudah terbiasa menerapkan berbagai kiat sukses trading forex di atas. Jangan terburu-buru menjadi Day Trader atau scalper ketika Anda masih baru menjadi trader forex, karena pemahaman dan pengalaman yang kurang akan membuat Anda rentan melakukan kesalahan analisa maupun Overtrading.

RECOMMENDATION FROM EXPERT 

Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

CALL atau whatsapp dan cari INDRI silahkan hubungi di SINI
 


Artikel Terkait