JURUS TEKNIKAL

JURUS TEKNIKAL

DAMPAK TIME FRAME PADA HASIL TRADING FOREX

Story by : Hadi J
Category at: Analisa Teknikal
Published : June 24, 2021
Dilihat: 408 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Disaat mengamati chart trading forex, akan terlihat bar bergerak naik turun sesuai dengan harga yang sedang terjadi. Tidak peduli Anda menggunakan Time Frame trading forex manapun, mulai dari yang terkecil seperti 1 menit, hingga yang lebih besar seperti Daily atau Monthly, keadaan harga tersebut selalu berubah-ubah. Memahami penggunaan Time Frame trading forex cukup berpengaruh pada penentuan Stop Loss dan target serta perhitungan Risk/Reward, yang pada akhirnya bisa berdampak pada kemungkinan memperoleh Profit atau Loss. Maka dari itu, artikel ini akan mencontohkan pengaruh Time Frame terhadap validitas sinyal trading (sinyal trading yang bisa dipercaya), serta kemungkinan hasil trading yang akan diperoleh.

A. Mengenal Berbagai Jenis Time Frame Trading Forex



Sebenarnya, memilih Time Frame trading forex bukan hanya persoalan periode waktu dengan bar panjang pendek yang menunjukkan posisi harga. Lebih dari itu, Time Frame trading forex merefleksikan emosi dan sentimen pelaku pasar. Pada time frame 1-hour, kita akan melihat perubahan emosi pelaku pasar dalam 1 jam terakhir, yang ditunjukkan oleh pergerakan perubahan harga di dalamnya. Begitu juga dengan Time Frame trading forex pada periode yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

B. Jenis jenis time frame trading forex

Jika kita membuka platform trading, tersedia berbagai macam Time Frame trading forex yang bisa dipilih. Mulai dari yang terkecil dalam hitungan menit, jam, atau periode waktu yang lebih panjang seperti Daily, Weekly, dan Monthly. Pada time frame 1-hour atau 4-hours, perubahan emosi pelaku pasar dan data perubahan harga yang ditunjukkan akan cenderung lebih terbaca dibandingkan dengan Time Frame 5 menit. Demikian pula Time Frame trading Daily, akan menunjukkan lebih banyak data perubahan harga dibandingkan dengan time frame 1-hour.

C. Hubungan Antara Time Frame Dan Validitas Sinyal

Anggaplah pasar seperti hubungan antar personal. Semakin lama mengenal seseorang, Anda akan semakin tahu apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Jika banyak orang mengatakan bahwa si A bisa dipercaya, maka kemungkinan Anda akan percaya. Anda tidak bisa menentukan apakah seseorang bisa dipercaya atau tidak ketika masih dalam proses untuk mengetahuinya. Contoh yang lebih spesifik, misalnya Anda bertemu seseorang untuk pertama kali. Nah, manakah waktu yang lebih akurat untuk mengetahui karakter dan kepribadian orang tersebut, berbicara dengannya selama 5 menit saja atau selama sehari penuh? Tentu yang lebih lama bukan? Semakin lama Anda mengenal seseorang, akan semakin akurat pengetahuan Anda mengenai orang tersebut. Hal itu sangat mirip dengan trading forex. Semakin Anda sering mempelajari Time Frame tinggi seperti Weekly, Daily, atau 4-hour, semakin Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang keadaan pasar. Muatan Time Frame tinggi lebih lengkap dibandingkan Time Frame yang lebih rendah, karena menunjukkan lebih banyak data dan periode waktu trading yang lebih panjang. Seperti ilustrasi sebelumnya, trading dengan time frame tinggi bisa diumpamakan Anda bertemu orang yang telah lama Anda kenal, sehingga Anda bisa memperkirakan bagaimana dia akan bereaksi terhadap tindakan Anda. Sebaliknya, trading dengan Time frame rendah (5 menit atau 1 menit) tidak ada bedanya seperti bertemu dengan orang yang belum lama Anda kenal, sehingga Anda perlu waktu lebih lama untuk mempelajari karakternya.

D. Hal-Hal Yang Patut Dicermati Saat Memilih Time Frame Trading Forex

Time Frame trading forex mana yang terbaik? Ini relatif dan sangat bergantung pada metode masing-masing trader. Ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing Time Frame trading forex. Apapun pilihan Anda nantinya, prinsip mengenai Time Frame akan selalu sama: ada beberapa hal yang patut diwaspadai saat Anda menggunakan Time Frame terlalu rendah, di antaranya:

1. Terlalu Banyak Noise

Jika Anda membandingkan chart trading 5 menit dengan 1 jam, maka pada Time Frame yang lebih rendah (5 menit) akan tampak sinyal-sinyal yang kelihatannya valid, tetapi gagal menghasilkan profit signifikan (Failed Signals). Time Frame rendah dalam hal ini adalah yang lebih kecil dari 1 jam. Alasannya adalah karena pada Time Frame 5 menit banyak terdapat pergerakan harga yang kurang berarti dibandingkan dengan Time Frame 1 jam. Anda akan jarang menemukan pergerakan harga yang terarah dan kuat, karena biasanya cuma ada rentetan pergerakan yang kurang berarti, atau lazim disebut Noise. Sementara pada time frame 1 jam, Anda akan lebih banyak melihat pergerakan bar harga yang terarah.

2. Kesulitan Mengatur Rerata Range Harian Dan Stop Loss

Pasar bergerak dalam range yang bisa dirata-rata setiap harinya. Range rata-rata ini akan selalu berubah sesuai dengan keadaan volatilitas pasar, yang bisa berdampak langsung pada posisi terbuka. Umumnya, perubahan volatilitas ekstrim perlu diantisipasi dengan perhitungan manajemen risiko sebaik mungkin, guna menghindari risiko kerugian jika terjadi reversal di luar prediksi. Dalam hal ini, masalah yang sering dialami para trader harian atau Scalper yang biasanya menggunakan Time Frame rendah adalah Stop Loss. Jika ditempatkan pada jarak yang terlalu rapat, kemungkinan Stop Loss untuk kena akan lebih besar. Hal itu akan berbeda jika level Stop Loss tersebut berada dalam range rata-rata time frame yang lebih tinggi, seperti di chart 4-Hours atau Daily.

3. Time Frame Trading Forex Rendah Memicu Overtrading

Berhubungan dengan Noise yang telah disebutkan pada poin pertama, trading dengan Time Frame rendah juga cenderung menyebabkan Overtrading. Trader akan cenderung tergoda entry ketika melihat sinyal-sinyal trading yang banyak bermunculan, meski kecil kemungkinannya untuk bisa menghasilkan profit yang memadai. Karena itu, strategi Scalping seringkali tidak disarankan untuk pemula, meskipun terlihat sederhana dan mudah. Overtrading dapat dihindari dengan cara tidak terlalu banyak berpindah-pindah Time Frame. Jika belum bisa disiplin dan asal membuka peluang pada setiap Time Frame dengan dasar coba-coba, maka Anda masih perlu belajar lagi membuat Trading Plan.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait