JURUS TEKNIKAL

JURUS TEKNIKAL

Memahami Pivot point Dan Cara Penggunaannya

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Teknikal
Published : May 10, 2022
Dilihat: 72 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Sumber: Freepik

Sederhananya, pivot point adalah indikator level harga yang digunakan oleh trader profesional untuk menilai jika suatu pergerakan harga bullish ataupun bearish. Pivot point mewakili rata-rata harga tertinggi, terendah, dan harga penutupan yang terjadi dalam sebuah sesi trading atau trading harian. Pivot Point adalah jenis indikator yang digunakan dalam analisis teknis sebagai indikator dasar untuk menentukan tren pasar.

Support Dan Resistance dan Pivot Point

belajar trading Memahami Pivot point Dan Cara Penggunaannya 1
Sumber: Freepik

Level support dan resistance adalah sebuah konsep inti yang mendasari untuk hampir semua bentuk analisis teknis. Level support dan resistance dapat dianggap sebagai level yang menentukan antara tren bearish dan bullish.

Ketika pasar mendekati level support dan resistance, beberapa trader mungkin mengharapkan harga untuk mengalami rebound. Di sisi lain, trader lainnya mungkin menganggapnya sebagai antisipasi terhadap breakout.

Oleh karena itu, untuk mengetahui level support dan resistance adalah hal yang penting karena mereka dapat menjadi indikasi terhadap kemungkinan pergerakan harga yang signifikan. Maka dari itu, untuk mengetahui level support dan resistance berada adalah salah satu keterampilan yang sangat berguna untuk dimiliki seorang trader.

Mengingat pentingnya untuk dapat mengetahui level support dan resistance, berikut kemudian pertanyaan yang sering muncul: Bagaimana cara menghitung untuk menentukan level support dan resistance? Ada sejumlah besar metode yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan ini.

 

Jenis Pivot Point

Di bagian ini kami akan memberikan informasi yang perlu Anda ketahui tentang berbagai jenis indikator pivot point sebelum Anda mulai menggunakannya. Faktanya, ada banyak jenis indikator pivot point yang tersedia. Namun, berikut penjelasan dari beberapa metode perhitungan jenis-jenis pivot point yang ada: Pivot Point Standar, Pivot Point Fibonacci, dan Pivot Point DeMark.

 

Pivot Point Standar

belajar trading Memahami Pivot point Dan Cara Penggunaannya 2
Sumber: Freepik

Perhitungan awal untuk rumus pivot point jenis ini merupakan rata-rata aritmatika dari harga tertinggi ( H), terendah (L) dan penutupan (C) dari periode sebelumnya. Kami menyebutnya sebagai pivot point dasar, P .

P = (H + L + C) / 3

Dari perhitungan ini selanjutnya akan diperoleh dua level support dan resistance dari P. Kami menyebut perbedaan antara tinggi dan rendah, sebagai D = H - L.

 

Support pertama : S ₁ = 2P - H

Support kedua : S ₂ = P - D

Resistance pertama: R ₁ = 2P - L

Resistance kedua: R ₂ = P + D

 

Pivot Point Fibonacci

belajar trading Memahami Pivot point Dan Cara Penggunaannya 3
Sumber: Freepik

Pada jenis ini kami akan menggunakan perhitungan awal yang sama seperti pivot point standar dengan menentukan P atau pivot point dasar. Level support dan resistance diplot jarak tertentu dari titik ini P. Sebagai pengingat D adalah perbedaan antara tinggi dan rendah. Level support dihitung dengan mengurangi kelipatan D dari P. Sedangkan, level resistance dihitung dengan menambahkan kelipatan D ke P. Kelipatan angka D diambil dari urutan angka Fibonacci.

 

Pivot Point DeMark

belajar trading Memahami Pivot point Dan Cara Penggunaannya 4
Sumber: Freepik

Untuk pivot point DeMark, kami menggunakan definisi pivot point dasar yang berbeda. Dengan metode ini, ada tiga cara berbeda untuk menghitung pivot point dasar. Perhitungannya akan bergantung terhadap perbandingan antara harga penutupan dan pembukaan.

Untuk pivot point jenis ini, kami mendefinisikan variabel sebagai x, yang nilainya akan bergantung pada jika harga pembukaan lebih tinggi atau rendah dari harga penutupan.

  • Jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan: x = H + 2L + C
  • Jika harga penutupan lebih tinggi dari pada harga pembukaan: x = 2H + L + C
  • Ketika harga pembukaan lebih rendah dari harga penutupan: x = H + L + 2C

Hasil dari perhitungan pivot point jenis ini lebih umum digunakan dalam strategi pivot point forex. Karena pasar keuangan adalah pasar 24 jam, maka harga pembukaan hampir selalu sama dengan harga penutupan. Jika Anda melihat grafik harian selama seminggu, harga tutup dan buka akan terlihat rapat. Hal ini berbeda dengan pasar saham, di mana buka dan tutup memiliki perbedaan yang signifikan, biasanya dipisahkan oleh waktu dan harga.

Setelah nilai untuk x ditemukan, maka nilai tersebut akan digunakan untuk menghitung pivot point dasar P:

P = x / 4

Level support dan resistance juga dihitung dari nilai x (pivot point DeMark tidak menggunakan lebih dari satu level support dan resistance).

R ₁ = x / 2 - H

S ₂ = x / 2 - L

Cara Menggunakan Pivot Point

belajar trading Memahami Pivot point Dan Cara Penggunaannya 5
Sumber: Freepik

Jadi, kita telah mengetahui cara menghitung berbagai jenis titik pivot dan menentukan level support dan resistance. Namun bagaimana kita sekarang menggunakannya dalam trading? Pertama, kita dapat menggunakan pivot point dasar kita sebagai cara untuk mengukur arah umum.

Jika harga pasar berada di atas pivot point dasar maka hal itu menunjukkan pergerakan harga bullish. Jika harga pasar berada di bawah pivot point dasar, maka hal ini menunjukkan pergerakan harga bearish.

Kedua, kita dapat menggunakan level support dan resistance untuk menentukan posisi trading. Aturan pivot point umum akan mengharuskan kita untuk mengambil posisi beli ketika indikator menunjukkan pergerakan pasar bullish, atau untuk mengambil posisi jual dalam kondisi pergerakan pasar bearish.

Jika pasar mencapai level resistance Anda disarankan untuk menutup posisi beli atau menutup posisi jual ketika pasar turun pada level support.

 

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

- Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
- Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan
  Saya untuk mengenal trading lebih detail.
- Untuk pembelajaran lebih intensif dan lebih dalam, silahkan
  ke Sekolah Forex Gatis
- CALL atau whatsapp dan cari DANUH silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait