ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

MENGENAL CANDLESTICK DI DALAM MARKET

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Teknikal
Published : January 07, 2020
Dilihat: 2084 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Banyak orang mengenal candlestick chart sebagai salah satu jenis chart yang populer di kalangan para trader. Konon, chart jenis ini pertama kali digunakan di Jepang sekitar abad ke-17 untuk memperhitungkan pergerakan harga beras. Munehisa Homma adalah seorang pedagang beras pada masa itu yang dianggap sebagai pelopor metode tersebut. Menurut Steve Nison, metode tersebut kemungkinan dimulai setelah tahun 1850-an. Steve Nison sendiri adalah salah seorang yang diketahui mempopulerkan metode analisis menggunakan pola candlestick ke dunia barat melalui bukunya “Japanese Candlestick Charting Techniques.”

Teknik analisa dengan menggunakan candlestick pattern sebenarnya “mengubah” candlestick menjadi semacam “indikator.” Dengan mengenali pola-pola tertentu, Anda bisa memperkirakan kemana harga akan bergerak selanjutnya. Setiap candlestick terdiri dari badan nyata/batang lilin dan sumbu. Tubuh yang seperti batang lilin mencerminkan perbedaan antara harga buka dan tutup di periode itu. Harga buka dan tutup merupakan harga transaksi pertama dan terakhir untuk jangka waktu tersebut. Ketika tidak ada tubuh atau sangat kecil, berarti yang terbuka hampir sama.

Batang berwarna dan tergantung pada skema yang digunakan oleh platform charting. Umumnya berwarna putih dan hitam, hijau dan merah. Lilin putih atau hijau berarti harga selesai lebih tinggi selama jangka waktu tersebut. Dimana harga penutupan berada di atas harga terbuka. Sedangkan lilin hitam atau merah berarti harga selesai lebih rendah selama jangka waktu tersebut.

Candlestick Digunakan untuk Beberapa Hal ini:

1. Memberikan sinyal dalam menentukan price action

2. Memberikan informasi dalam bentuk analisis teknikal mengenai pergerakan naik turun harga.Â

3. Memperlihatkan visualisasi pasar (open, high, low, close)

4. Refleksi penentuan posisi para trader

Perkembangan teknologi kini memudahkan para trader untuk bisa memantau pergerakan harga secara real time melalui grafik candlestick pada aplikasi di gadgetnya masing-masing. Aplikasi ini dapat dengan mudah didapatkan oleh trader karena tidak hanya memperlihatkan chart, melainkan memberikan analisa dan indikator sesuai kebutuhan. Menentukan price action memang diperlukan timing yang tepat bagi trader untuk mengambil peluang profit yang menguntungkan. Oleh karena itu, trader memang butuh kejelian dalam membaca peluang yang tentu bisa didapatkan dengan cara berlatih dan belajar.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Apakah anda belum menguasai tentang Pola CANDLESTICK ? Pastikan anda Membaca dan Memahami Pola Shooting Star dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI TEKNIK  langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau Whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait