PERANGKAT PEMBANTU

PERANGKAT PEMBANTU

Mengenal Strategi Naked Trading Bagi Pemula

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Teknikal
Published : January 17, 2023
Dilihat: 1134 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Sumber: Freepik

Naked chart trading adalah teknik trading tanpa menggunakan indikator apa pun kecuali chart polos. Pada naked chart trading, indikator yang biasa digunakan untuk membaca pergerakan harga seperti MACD, Stochastic, Momentum, Bollinger Band, RSI, CCI, dan sebagainya, sama sekali tidak dipakai.

Jika terpaksa, tools paling maksimal yang digunakan adalah fibonacci dan trendline atau garis horizontal untuk menandai support dan resistance pada chart. Selain itu, trader bergantung sepenuhnya pada pola chart dan candlestick untuk menentukan sentimen pasar guna memprediksi profit.

Banyak yang mengakui bahwa naked chart trading lebih menjanjikan dari segi analisa teknikal ketimbang memantau chart yang dilengkapi indikator, karena indikator-indikator ini mayoritas hanya relevan dipakai pada saat-saat tertentu saja, serta tidak mampu memprediksi pasar secara keseluruhan.

Meskipun kelihatan untung-untungan, namun sebenarnya naked chart trading adalah strategi yang cukup disegani. Trading dengan chart polos sama sekali tidak bersifat spekulasi. Artinya, teknik ini memiliki dasar dan dapat dipelajari. Untuk mempelajarinya bisa dilakukan secara otodidak maupun berguru kepada trader lain yang lebih berpengalaman.

Naked trading bukanlah cara trading yang asing di dunia forex. Bahkan beberapa trader yang profesional dalam teknikal memilih menggunakan naked trading daripada mengaplikasikan indikator, karena indikator mempunyai kelemahan dan tidak akan bisa memprediksi semua kondisi market dengan benar. Seperti yang diketahui, indikator pada trading forex hanya bisa diandalkan pada waktu-waktu tertentu saja.

 

Lalu bagaimana teknik naked trading yang mudah bagi trader pemula. Berikut adalah penjelasannya.

 

Breakout Candle Doji Star

Mengenal Strategi Naked Trading Bagi Pemula
Sumber: Freepik

Seperti yang diketahui, candlestick memiliki sejumlah variasi pola dan beberapa jenis. Meski membaca pola candlestick ini terlihat rumit, namun cara membacanya juga tak terlalu sulit untuk dipelajari, termasuk pola candle Doji.

Doji dapat diartikan sebagai formasi candlestick yang menandakan kebingungan pasar antara bullish dan bearish. Sebuah Doji cukup sering ditemukan di bagian bawah dan atas tren dan dengan demikian dianggap sebagai tanda kemungkinan pembalikan arah harga, namun Doji dapat dilihat sebagai pola kelanjutan tren juga.

Doji bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi ini sering terlihat pada chart trading, tergantung pada time frame apa yang trader gunakan. Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau 5-menit.

Sebagai pola tunggal, candle Doji tidak bisa disebut mengindikasikan kenaikan maupun penurunan harga. Dengan kata lain, kita tak dapat memprediksi apakah setelah itu harga akan bullish atau bearish, maupun apakah harga akan melanjutkan tren sebelumnya (trend continuation) ataupun berbalik arah (trend reversal). Untuk memprediksi kemana arah pergerakan berikutnya, trader perlu menunggu hingga terbentuk pola candle lagi yang lebih jelas.

Namun sebenarnya, ada cara trading dengan Doji yang bisa diandalkan. Strategi ini diulas oleh Justin Bennett dari Daily Price Action sebagai metode teknikal yang efektif untuk Naked Trader Level Beginner, yakni:

1. Hanya Doji Star (Indecision Doji) di time frame minimal H4 yang memenuhi kriteria sebagai pemicu sinyal.

2. Amati dengan baik tentang lokasi terbentuknya Doji Star untuk menentukan kualitas sinyalnya.

3. Anda harus menunggu hingga candle berikutnya tertutup.

2. Pola Flag Untuk Mengenali Penerusan Trend

 

Pola Bendera/Flag dapat digunakan sebagai motif entry untuk kelanjutan dari sebuah tren yang telah ada. Formasi ini biasanya terjadi setelah pergerakan tren yang kuat yang dapat berisi kesenjangan (pergerakan ini dikenal sebagai tiang bendera) di mana bendera mewakili suatu periode singkat akan ketidak pastian.

Motif ini biasanya terbentuk pada titik tengah dari suatu swing penuh yang mengkonsolidasikan pergerakan sebelumnya. Harga diliputi oleh dua garis tren paralel yang terletak berdekatan dan memiliki kemiringan yang berlawanan terhadap pergerakan yang terjadi pada tiangnya.

Untuk memanfaatkan pola ini, ada baiknya Anda menunggu sinyal buy sampai harga terkonfirmasi menembus High sebelumnya. Untuk sinyal sell, sebaiknya tunggu hingga terdapat breakout dari Low terakhir. Sebelum ada candle yang tertutup di luar High atau Low tersebut, pola Flag tidak akan terkonfirmasi dan kemungkinan reversal masih terbuka lebar.

Sebagai tambahan yang penting untuk dicatat adalah, strategi memanfaatkan koreksi sementara agar bisa entry mengikuti trend yang sedang berjalan. Jadi akan sangat berisiko jika Anda tidak memastikan kondisi trending sebelum mengidentifikasi pola Flag.

 

Candle Rejection Untuk Mengenali Reversal

Mengenal Strategi Naked Trading Bagi Pemula1
Sumber: Freepik

Dalam pengertiannya, reversal dijelaskan sebagai momen yang dapat memberi keuntungan optimal dalam trading forex. Namun, momen ini cukup sulit dibedakan oleh retracement. Reversal adalah perubahan atau pembalikan tren harga karena sudah tidak dapat melanjutkan tren yang sedang terjadi.

Momen reversal berlangsung dalam jangka panjang, bisa berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan. Dengan kata lain, reversal adalah perubahan tren bearish menjadi bullish atau perubahan tren bullish menjadi bearish yang berlangsung lama.

Rejection candles merupakan setup price action yang menunjukkan bahwa harga akan berbalik arah (reversal) dari pergerakan semula. Rejection (penolakan) candle umumnya adalah candlestick yang sempat menembus suatu level atau area namun pergerakannya ditolak oleh pasar sehingga candle ditutup dengan wick atau ekor yang panjang.

 

Ciri-ciri Rejection Candle

1. Salah satu sisi memiliki ekor yang panjang, dan sisi lainnya memiliki ekor pendek, atau bahkan tidak memiliki ekor sama sekali.

2. Panjang ekor lebih panjang daripada panjang body saat candle ditutup.

Tidak berbeda jauh dengan Doji Star, Rejection Candle pada naked trading juga memiliki 2 metode penting, yakni:

1. Posisi candle rejection.

2. Support resistance.

3. Dalam kondisi trending, rejection candle hanya untuk ketika pullback.

 

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

- Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
- Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan
  Saya untuk mengenal trading lebih detail.
- Untuk pembelajaran lebih intensif dan lebih dalam, silahkan
  ke Sekolah Forex Gatis
- CALL atau whatsapp dan cari DANUH silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait