Geraldo Kofit adalah Seorang Profesional Trader yang sudah lama berkecimpung di dunia trading kurang lebih 2 tahun. Dengan 2 teknik sederhana Trend Line dan Moving Average, Gerald siap untuk membantu anda sebagai Trading Advisor handal..
Pada dasarnya, scalping adalah salah satu strategi jual beli dalam waktu yang sangat pendek (bisa hitungan menit atau jam dalam satu hari yang sama). Pelaku strategi trading seperti itu disebut sebagai scalper. Dengan kata lain, scalping adalah salah satu gaya trading selain gaya yang lain (swing trading atau day trading) dan scalper adalah salah satu jenis trader selain jenis lainnya (swing trader atau day trader). Apa yang diincar oleh scalper ini? Tentu saja, sama seperti pelaku pasar lainnya, scalper mengincar cuan atau keuntungan dari jual beli saham. Berikut ini adalah Metode Scalping yang dapat digunakan
Metode Scalping Dengan Kombinasi MA Dan Stochastic
Bisa dibilang bahwa MA adalah indikator yang dipakai sejuta umat. Pasalnya, hampir semua trader mulai dari daily trader, swing trader, long term trader, bahkan scalper mania juga mengguna indikator ini. Nah, pada metode scalping ini, kita akan menggabungkan MA dengan Stochastic. Indikator Stochastic adalah salah satu jenis indikator oscillator yang membantu trader forex dengan memberikan prediksi mengenai pergerakan arah trend, sekaligus memunculkan sinyal momentum. Untuk setting indikatornya:
Metode Scalping Dengan Kombinasi EMA Dan RSI
Strategi scalping selanjutnya masih menggunakan indikator MA, tapi kali ini, jenis MA yang digunakan adalah Exponential Moving Average (EMA), yang kemudian dikombinasikan dengan indikator RSI (Relative Strength Index) sebagai pengganti Stochastic Oscillator. Di sini, fungsi indikator RSI adalah seperti layaknya indikator Oscillator lainnya, yaitu untuk melihat sinyal overbought dan oversold. Nah, jika Anda masih belum paham mengenai cara membaca indikator RSI, maka sangat dianjurkan untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Scalper mania menggabungkan EMA dan RSI untuk mendapatkan sinyal lebih akurat. Untuk pengaturannya adalah sebagai berikut:
Menggunakan Bollinger Bands
Indikator Bollinger Bands terdiri dari sebuah Simple Moving Average (SMA) dengan dua band atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band. Upper dan Lower Band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standar deviasi. Sedangkan standar deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value).
RECOMMENDATION FROM EXPERT :