ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

10 Langkah Analisa Fundamental Bagi Investor Saham Pemula

Story by : Citra Nuraini
Category at: Artikel Baru
Published : May 09, 2022
Dilihat: 66 kali

Seorang Blogger yang menyukai bidang jurnalistik, content writer, SEO, dan copywriting. Menyukai isu seputar dunia finansial, film, kebudayaan, dan human interest. Saat ini bergabung di belajartrading.co.id sebagai content writer.


zoom

Memeriksa fundamental saham merupakan langkah awal ketika kamu ingin memasuki investasi atau trading saham. Ada beberapa cara untuk memeriksa analisa fundamental saham. Berikut 10 cara analisa fundamental saham untuk pemula.

1. Siapkan Mental (Kunci Segalanya!)

Kami selalu menyebutkan siapkan mental sebelum memulai investasi. Jangan tergiur profit semata saat mulai berinvestasi. Kamu harus memahami resiko setiap pilihan investasi yang dipilih.

Saat terjadi gelojak pasar kamu juga diharapkan tetap tenang, bahkan kamu perlu berani. Kamu perlu berani beli saham saat pasar sedang anjlok. Kenapa? Saat itu harga saham sedang ‘diskon’ sehingga kamu memiliki kesempatan untuk bisa melakukan ‘buy low, sell high’.

Sayangnya, tentu sangat sulit untuk menerapkan analisa fundamental  saat pasar sedang ‘merah’ karena kamu tentu ragu membeli saham saat semua orang menjualnya. Apalagi saat market sedang bearish, berita di media tone-nya negatif semua.

Disinilah kamu dituntut untuk punya kenyakinan kuat terhadap saham tersebut berdasarkan riset dan pengamatan. Kamu bisa mengingat kata-kata Warren Buffet dan Lo Khong Hong.

Warren Buffet pernah bilang, “Be Fearful When Others Are Greedy and Greedy When Others Are Fearful”, sementara Lo Khong Hong (LKH) dalam nada yang hampir sama, bilang “Invest in bad times. Sell in good times, and you will get rich”.

2. Pilih Perusahaan Terpercaya, Solid, dan Tangguh

Langkah awal cara analisa fundamental saham yaitu pilih perusahaan terpercaya, solid, dan tangguh. Artinya, kamu bisa memilih perusahaan yang akan terus tetap hidup di masa depan atau 1000 tahun lagi.

Bagaimana cara menilainya perusahaan tersebut akan tetap hidup di masa depan?

Kamu  perlu mengevaluasi kinerja masa lalu emiten tersebut, minimal kamu harus memeriksa berdasarkan laporan keuangan 5 tahun terakhir. Dengan  mengecek kinerja masa lalu, setidaknya kamu bisa memprediksi prospek perusahaan di masa depan.

Contoh emiten yang memiliki kinerja tangguh adalah perusahaan di sektor perbankan. Di negara berkembang seperti Indonesia, emiten perbankan cukup menjanjikan prospek kedepannya.

Tokoh fundamental saham Warren Buffet memberikan petuah agar kamu membeli perusahaan yang kamu bisa nyaman 20 tahun, 30 tahun, atau bahkan seumur hidup. Dia telah memegang beberapa saham selama puluhan tahun, bahkan sebagian besar tidak pernah dijualnya.

3. Pelajari Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan acuan dasar analisa fundamental. Pahami cara membaca dan menganalisa laporan keuangan perusahaan. Kamu perlu mempelajari beberapa indikator rasio fundamental, meliputi  Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS).

●     Return on Equity (ROE)

ROE merupakan ukuran untuk mengetahui berapa kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Kamu bisa mengetahui nilai return dan laba perusahaan dibandingkan atas equity atau modalnya. Jadi semakin tinggi semakin baik.

●     Earning per Share (EPS)

EPS merupakan profit per saham yang mampu dihasilkan perusahaan. Semakin tinggi semakin baik. EPS menjadi faktor penting dalam menentukan PER untuk menetapkan valuasi harga saham.

●     Asset and Liability

Pemeriksaan terhadap Asset dan Liability perusahaan perlu dilakukan untuk menilai bagaimana perusahaan membiayai kepemilikan asset tersebutapakah cukup produktif untuk menghasilkan keuntungan buat perusahaan.

● Hutang Bank

Kamu perlu melihat seberapa besar hutang dimiliki perusahaan (rasio hutang DER Debt Equity Ratio) dan kemampuan membayar perusahaan tersebut.

● Analisa Cash Flow

Analisa Cash Flow berguna untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Perusahaan kuat akan memiliki kas untuk operasional yang diambil dari profit dan bukan dari hutang atau suntikan modal.

● PBV (Price to book value)

Rasio Price terhadap Book Value. Harga terhadap Nilai Buku perusahaan.

●     PER (price to earning ratio).

Rasio Price terhadap Earning per Share. Harga terhadap Nilai Laba Bersih per lembar Saham

Indikator tersebut akan membantu kamu membaca fundamental perusahaan. Memang setiap industri memiliki indikator yang berbeda – beda untuk mencari saham terbaik, tetapi setidaknya beberapa indikator tserbut bisa diguankan untuk membaca dan menganalisa laporan keuangan.

4. Acuan Harga Saham yang Pantas

Analisa fundamental juga berguna untuk membeli saham perusahaan di harga wajar. Harga wajar merupakan harga saham yang tepat sesuai kinerja perusahaan tersebut. Kamu bisa mengevaluasi harga wajar dengan menggunakan dua jenis tehnik valuation, yaitu relative valuation dan intrinsic valuation.

Relative valuation ialah teknik membandingkan saham perusahaan dengan saham perusahaan lain yang sejenis. Gunakan indikator PBV dan PER saat menilai Relative valuation.

Sementara, Intrinsic valuation menggunakan teknik valuasi untuk menilai perusahaan berdasarkan kemampuan menghasilkan cash flow di masa depan. Lalu, kamu mengecek diskon atas cash flow tersebut untuk menentukan harga wajar.

Sayangnya, teknik ini cuma bisa digunakan untuk memprediksi kinerja masa depan. Bagaimana jika prediksi kita salah? Itu sebabnya perlu ada yang namanya, Margin of Safety.

5. Margin of Safety (MOS)

Konsep Margin of Safety (MOS) termasuk penting dibahas saat membedah fundamental saham. Konsep ini diperkenalkan oleh Benjamin Graham dalam bukunya yang termasyhur, The Intelligent Investor.

Konsepnya simpel tapi powerfull. Saat kamu membuat prediksi, selalu sediakan buffer untuk mengantisipasi ketidakpastian atau resiko di masa depan. Saat membuat prediksi harga atau acuan harga, hitung juga kemungkinan terburuk yang terjadi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi dan saling berhubungan di masa depan.

Sepanjang sejarah perekonomian Global, kita tidak akan mengira akan ada krisis finasial di Amerika tahun 2008. Kita juga tidak pernah mengira akan mengalami pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, kamu perlu memasukan MOS setelah prediksi harga. Tidak standar pasti ukuran MOS, tapi kebanyakan acuan MoS berkisar antara 30% hingga 50%.

Misalnya, acuan harga wajar yang Anda hitung adalah Rp 8,000 berdasarkan analisa fundamental maka target Anda bukan Rp 8,000 tetapi 30% sd 50% dari harga tersebut, yaitu Rp 2,400 sd 4,000.

6. Cek Indeks Saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI)

Kamu bisa mengecek Indeks saham atau Indeks Harga Saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI).  Indeks saham merupakan ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

Saat ini, BEI memiliki 22 jenis indeks saham yang tercatat di bursa. Kamu bisa memilih indeks ini berdasarkan tujuan investasi dan kriteria kamu.

Nah, salah satu indek yang banyak dibicarakan adalah IHSG. IHSG merupakan indeks utama yang dijadikan acuan pokok untuk mengukur pergerakan semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

7. Bayar Deviden, Saham Bagus

Salah satu keuntungan fundamental, kamu bisa memilih saham deviden. Apa itu deviden? Deviden merupakan pembagian laba atau keuntungan yang dibagikan perusahaan secara tunai kepada pemegang saham. Persenan atau nilai deviden bisa berbeda-beda tiap periodenya, tergantung keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pembayaran deviden merupakan indikasi bahwa emiten tersebut sehat dan punya cash-flow kuat. Deviden merupakan bukti kuat perusahaan mempunyai keuntungan dan profit secara riil. Ada perusahaan yang juga mencatatkan profit, tetapi belum tentu punya cash-flow yang sehat. Bisa saja untungnya besar tapi sebenarnya tidak ada cash secara riil.

8. Sumber Informasi Valid

Sebelum kamu melalukan analisa, kamu perlu mendapatkan informasi sebagai kinerja keuangan emiten, latar belakang perusahaan, dan corporate action. Kamu bisa mendapatkan informasi valid dengan cara mengakses situs Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).

9. Pastikan untuk tujuan jangka panjang

Karakteristik investasi saham ialah untuk tujuan jangka panjang. Jika kamu ingin menjadi investor, jangan berharap profit cepat. Fokus kamu adalah berinvestasi pada perusahaan berfundamental baik, kamu akan mendapatkan untung konsisten tapi aman.

Perspektif jangka panjang sangat krusial dalam analisis fundamental. Minimal kamu siap bertahan selama 5 tahun di saham yang berfundamental bagus. Oleh karena itu, selalu gunakan uang dingin saat memilih berinvestasi.

10. Pelajari Terus Perkembangan Terkini

Teknis analisa fundamental saham bukan sesuatu yang terlalu sulit untuk dipelajari. Meskipun saham ditujukan untuk investasi jangka panjang, kamu tetap harus peduli dengan isu terkini. Selalu sensitif dengan kondisi makro dan mikro ekonomi nasional dan global.

Kamu bisa mengikuti Astronacci untuk mempelajari lebih dalam mengenai saham. Ada berbagai program yang bisa kamu ikutin. Kamu bisa mempelajari berbagai video edukasi menarik disini.


Artikel Terkait