ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

5 Strategi Trading Saham di Masa Krisis Ekonomi Tahun 2022

Story by : Hadi J
Category at: Artikel Baru
Published : August 24, 2022
Dilihat: 185 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Dunia tengah mengalami krisis ekonomi di tahun 2022 ini. Apa langkah Anda sebagai trader saham untuk menghadapi krisis ekonomi? Jika Anda masih bingung, Saya akan membagikan 5 strategi trading di masa krisis ekonomi tahun 2022.

Perlu Anda ketahui masa krisis ekonomi merupakan masa yang tidak menentu. Saya selalu menghimbau agar Anda tidak trading sembarangan. Anda perlu langkah tertentu untuk trading di masa ini. Berikut 5 strategi trading di masa krisis ekonomi tahun 2022:

1. Sat Set Boleh, tapi Bukan Berarti Terburu-Buru

Ada istilah yang populer belakangan ini di kalangan generasi Z, yaitu kata “sat set sat set”. Dilansir dari kompas.com, Kata "sat set sat set" merujuk pada“cepat” “segera” atau “lekas”. Atau bisa diartikan sebagai segera mempercepat kegiatan atau urusan yang sedang dilakukan. istilah Kata "sat set sat set" merupakan ungkapan yang diambil dari bahasa Jawa.

Lalu apa hubungannya dengan trading? Menurut saya, cara kerja sat set sat set memang perlu dilakukan saat trading karena Anda harus berhadapan dengan market yang volatile. Namun, bukan berarti Anda jadi terburu-buru. Terburu-buru merupakan suatu sikap langsung bertindak tanpa berpikir. Padahal saat trading Anda perlu analisa yang matang.

Apalagi di masa krisis saat ini. Apakah Anda ingin memulai open posisi atau close posisi? Ingat selalu cek analisa teknikal. Sebagai contoh jangan terburu-buru memborong suatu aset saat harganya sedang turun. Masih ada kemungkinan harganya akan semakin turun dalam hitungan jam. Jadi kamu bisa meminimalisir uang keluar saat melakukan pembelian. Inilah strategi pertama trading saham di masa krisis ekonomi tahun 2022.

2. Strategi Kedua: Penjualan Secara Bertahap

Strategi trading saham berikutnya adalah lakukan penjualan secara bertahap. Saya memperhatikan ada suatu pola umum dimasa krisis yang sering terjadi. Saat harga suatu saham naik, banyak trader berlomba-lomba untuk menjual saham.

Para trader tersebut mengira harga saham di masa krisis akan harganya turun dalam hitungan menit. Bagi saya kekhawatiran mereka cukup wajar terjadi karena kondisi pasar sedang tidak menentu. Namun, menurut saya alangkah baiknya kalau Anda menjual secara bertahap.

Saya masih melihat Anda dapat memaksimalkan keutungan. Bayangkan jika ternyata nilai saham tidak jadi turun. Jika Anda menjual saham sekaligus, maka potensi untuk memaksimalkan keuntungan akan hilang. Jika seandainya kepemilikan saham di emiten A sebanyak 50 lot, jual sekitar 20 atau 30 lot saja.

3. Strategi Ketiga: Manfaatkan Average Down

Strategi trading saham ketiga ialah manfaatkan average down. Anda pernah mendengar istilah average down? Average down dikenal sebagai strategi untuk meminimalisir kerugian atas menurunnya harga saham yang pernah dibeli sebelumnya.

Anda bisa menerapkan average down dengan cara melakukan pembelian saham ketika harganya turun. Lalu ketika harga saham yang dibeli mengalami kenaikan, kerugian Anda bisa ditutupi dari keuntungan saham tersebut.

Namun, Anda perlu membeli saham yang berpotensi naik dengan cepat. Jadi modalnya bisa diputar lagi untuk memaksimalkan keuntungan. Saham-saham ini biasanya dimiliki oleh emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar.

4. Gunakan Margin

Gunakan fasilitas margin sebagai strategi trading saham di masa krisis ekonomi di tahun 2022 ini. Apakah Anda berpikir fasilitas margin hanya ada di pasar future? Perlu Anda ketahui fasilitas margin juga ada di pasar saham.

Meskipun sama-sama “berhutang”, fasilitas margin di pasar saham sedikit berbeda dengan sistem di future. Fasilitas margin pada saham memungkinkan Anda untuk membeli saham hari ini dan membayarnya nanti. Waktu jatuh tempo pembayaran adalah H+2 dari tanggal pembelian.

Namun, Anda akan dikenakan biaya jika ingin menggunakan fasilitas margin ini. Anda akan dikenakan biaya sebesar 0,05% per hari dihitung dari total pembelian. Setelah pembayaran selesai, Anda bisa membeli saham lainnya tanpa dikenakan suspend buy.

Sayangnya tidak semua securitas menggunakan fasilitas margin. Ada beberapa sekuritas yang bisa menyediakan fasilitas margin ini. Nah, apakah Anda sudah siap menggunakan fasilitas margin?

5. Bijak Memilih Saham

Strategi trading terakhir yang bisa Anda lakukan ialah pilih saham dengan bijak. Bukan hanya memilih jodoh yang perlu bijak. Perihal memilih saham Anda juga perlu hati-hati. Anda tentu tidak ingin merugi bukan? Bagaimana contoh sikap memilih saham dengan bijak?

Misalnya Anda jangan membeli saham karena mengikuti tren. Anda perlu memilihat siapa emitennya dan bagaimana kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir. Apakah saham yang direkomendasikan tergolong saham indeks LQ45 atau IDX30? Emiten dari indeks LQ45 atau IDX30 memiliki kinerja fundamental yang bagus.

Meskipun harganya saat ini turun, bisa jadi beberapa hari atau minggu kemudian akan kembali normal. Berbeda dengan saham gorengan atau yang mendadak tren. Harganya mungkin cepat naik, tapi juga cepat turun atau parahnya lagi tidak memiliki volume perdagangan.

Itulah 5 strategi trading di masa krisis ekonomi tahun 2022. Buat Anda yang punya permasalahan trading, baik trading forex maupun jenis trading lainnya. Anda bisa tanyakan disini.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait