ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Bond Dalam Investasi

Story by : Danuh Nuraga
Category at: MONEY MANAGEMENT
Published : May 12, 2021
Dilihat: 300 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Sumber: iqtradingpro

Dengan kata lain, penerbit obligasi merupakan pihak yang memiliki utang, lalu pemegang obligasi merupakan pihak yang memiliki piutang. Ringkasnya, obligasi adalah utang berbentuk sekuriti.

Dari sekian banyaknya jenis investasi, obligasi jadi salah satu produk investasi yang dapat dijadikan pilihan. Dengan nama lain surat utang, obligasi dapat Anda pilih untuk rencana hidup jangka panjang. Namun, apa itu obligasi?

Para ahli mengatakan bahwa pengertian obligasi adalah sebuah surat utang berharga atau bersertifikat  dengan tanda pengakuan utang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah terhadap pihak pemberi pinjaman atau investor.

Tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan saham, obligasi dapat diperjualbelikan. Namun, ada perbedaan yang perlu Anda ketahui antara obligasi dan saham. Berikut penjelasannya.

 

Perbedaaan Saham dan Obligasi

Jika Anda ingin membeli saham, hanya perlu mencari tahu di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara jual beli obligasi tidak dilakukan di BEI. Selain itu, pemilik saham adalah bagian dari pemilik perusahaan penerbit saham, sementara pemegang obligasi hanya pemberi pinjaman atau kreditur bagi penerbit obligasi. Saham dapat Anda miliki selamanya, sedangkan obligasi mempunyai jangka waktu yang telah ditentukan.

 

Kelebihan Investasi Obligasi

  • Sebagai salah satu produk investasi, obligasi menawarkan sejumlah keuntungan bagi para pemegang obligasi, yakni sebagai berikut.
  • Memeroleh keuntungan dari bunga (kupon) yang terdiri dari 3 jenis. Kupon tetap (fixed coupon), kupon mengambang (floating/variable coupon), serta obligasi yang tidak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) dari obligasi yang diterima dapat besar sesuai dari jangka waktu obligasi. Semakin lama, semakin untung.
  • Memperoleh keuntungan dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperjualbelikan. Contoh, harga obligasi awalnya 100%. Saat akan dijual, harga obligasi naik menjadi 115%. Dengan demikian, Anda dapat untung 15%, dengan istilah capital gain 15%.
  • Obligasi adalah investasi yang aman, sebab pembayaran kupon serta pokok terjamin oleh UU No. 24 Tahun 2002 dan UU No. 19 Tahun 2008.
  • Mendapat bunga (kupon) yang lebih tinggi daripada bunga deposito.
  • Menjual obligasi mudah di Pasar Sekunder, dengan mekanisme BEI atau transaksi di luar bursa. Menjadikan obligasi sebagai jaminan agunan, misalnya obligasi negara.

 

Kekurangan Investasi Obligasi

Memang, hingga kini tak ada produk investasi yang tak mempunyai kekurangan. Termasuk obligasi. Berikut kekurangan obligasi yang perlu Anda perhatikan.

Penerbit obligasi memiliki risiko gagal bayar sehingga konsekuensi investor bukan hanya tak mendapat untung, namun juga tidak mendapat kembali keseluruhan pokok utang. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada obligasi negara karena dilindungi oleh undang undang.

Memiliki kerentanan pada perubahan suku bunga, ekonomi, serta kondisi politik yang tak stabil. Hal ini karena perubahan tersebut memiliki efek pada pasar keuangan. Menjual obligasi di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo mengakibatkan kerugian bagi investor. Hal ini karena harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli.

 

Jenis dan Contoh Obligasi

Belajar Trading Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Bond Dalam Investasi 1Sumber: iqtradingpro

Obligasi mempunyai banyak jenis yang didasarkan atas penggunaan tolak ukur. Terdapat sepuluh hal yang menjadi tolak ukur, yakni dipandang dari nilai nominal, sisi penerbit, sistem pembayaran bunga, hak penukaran atau opsi, jaminan, perhitungan imbal hasil, waktu jatuh tempo, bentuk, serta sifat yang bisa ditukar dengan saham. Berikut beberapa penjelasan dari jenis dan contoh obligasi.

 

Obligasi Berdasarkan Nominal

 

Berdasarkan nominalnya, obligasi terbagi atas obligasi konvensional dan obligasi ritel.

  • Obligasi konvensional yakni surat utang yang memiliki nilai nominal besar, kurang lebih Rp1 miliar per lot. Sementara obligasi ritel, yakni surat utang yang memiliki nominal kecil, misalnya Rp2 juta.
  • Obligasi Berdasarkan Penerbit. Berdasarkan penerbit, obligasi terdiri atas corporates bonds, government bonds, dan municipal bonds. Corporates bonds adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tertentu, baik Pemerintah seperti BUMN ataupun swasta dengan masa jatuh tempo minimal satu tahun. Contoh obligasi jenis ini yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melakukan penerbitan obligasi yang memiliki nilai Rp2 triliun di tahun 2014 dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) dan jangka waktu lima tahun.
  • Government bonds adalah jenis obligasi dengan penerbit Pemerintah. Di Indonesia, obligasi ini pertama kali diterbitkan Agustus 2006. Obligasi pemerintah Indonesia terdiri atas beberapa jenis lain seperti Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SukRi), Saving Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).
  • Municipal Bonds adalah jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah guna membiayai pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
  • Obligasi Berdasarkan Sistem Pembayaran Bunga. Berdasarkan sistem pembayaran bunga (kupon). Obligasi terbagi atas obligasi kupon,  obligasi kupon tetap (fixed coupon), obligasi kupon mengambang (floating coupon), serta obligasi tanpa bunga (zero coupon bond).
  • Obligasi kupon merupakan surat utang yang memberi bunga (kupon) secara berkala terhadap investor. Selain itu, setiap kupon mewakili nominal tertentu tergantung kesepakatan antara penerbit obligasi dengan investor.
  • Obligasi kupon tetap (fixed coupon) merupakan obligasi yang memberikan tingkat suku bunga yang bernilai tetap hingga waktu jatuh tempo dari surat utang tersebut.
  • Obligasi kupon mengambang (floating coupon) merupakan obligasi yang memberikan kupon yang dapat berubah besaran bunganya sesuai dengan indeks pasar uang. Selain itu, kupon batas minimal berarti kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi besaran kupon minimal yang diberlakukan hingga waktu jatuh tempo.
  • Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond) merupakan surat utang yang tidak menawarkan bunga serta tidak menawarkan kupon secara berkala. Biasanya, investor akan menerima keuntungan dari selisih harga jual diskonto serta nilai awal saat surat utang diperjualbelikan. Jatuh tempo dari obligasi zero coupon bond ini beragam, mulai dari di bawah satu tahun sampai diatas sepuluh tahun.

 

Obligasi Berdasarkan Imbal Hasil

Berdasarkan imbal hasil. Obligasi terbagi atas obligasi konvensional dan obligasi syariah (sukuk). Obligasi konvensional adalah surat utang dengan pihak tertentu sebagai penerbit guna menerima pinjaman untuk tambahan modal dengan memberi bunga atau imbal hasil terhadap pihak investor pada jangka waktu yang telah ditentukan.

Obligasi syariah (sukuk) adalah surat utang yang menawarkan imbal hasil yakni uang sewa dengan perhitungan yang didasarkan atas prinsip syariah Islam serta tak mengandung unsur riba. Imbal hasil sukuk diberikan secara berkala pada periode yang telah ditentukan.

 

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

- Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

- Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

- Untuk pembelajaran lebih intensif dan lebih dalam, silahkan ke Sekolah Forex Gratis

- CALL atau whatsapp dan cari DANUH silahkan hubungi di SINI

 


Artikel Terkait