ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

CARA MENENTUKAN STOP LOSS DI MARKET

Story by : Hadi J
Category at: Artikel Baru
Published : April 04, 2022
Dilihat: 78 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Stop Loss adalah nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Bagi kebanyakan trader, keputusan menaruh stop loss ini adalah pilihan yang tidak nyaman. Nah, ada tiga nih cara penggunaan stop loss yang benar, kira-kira sudah anda lakukan belum? yuk coba pelajari satu persatu penjelasanya

  • Stop Loss Dengan Menggunakan Indikator



    Secara umum, indikator merupakan suatu alat yang dapat memberikan informasi kepada trader dengan memetakan mengenai kondisi pasar yang terjadi saat ini serta melakukan prediksi mengenai kondisi pasar selanjutnya sehingga memudahkan trader dalam menentukan open posisi yang pas, baik itu posisi buy atau sell. Indikator yang sering digunakan sebagai level stop loss adalah Parabolic SAR. Aturan mainnya adalah membuka posisi dengan stop loss nya adalah pada nilai Parabolic SAR saat itu. Itu adalah salah satu indikator yang dapat dipilih dalam menentukan stop loss. Sebenarnya masih banyak indikator yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan stop loss.
     
  • Stop Loss Dengan Menggunakan Garis Support atau Resistance



    Support merupakan suatu area level harga dimana pada level tersebut demand cukup besar untuk menahan turunnya harga demand > supply. Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak turun dan kemungkinan besar akan naik lagi. Sedangkan, Resistance adalah tingkat atau area harga tertentu yang diyakini sebagai titik atau area tertinggi pada suatu masa, dimana aksi jual cukup besar sehingga menghambat harga bergerak naik.

    Support atau resistance adalah level harga yang biasanya dijadikan titik pantul market. Sehingga, kita bisa menempatkan posisi stop loss dibelakang garis support dan resistance dengan asumsi bahwa level tersebut tidak akan tersentuh karena market akan memantul sebelum mengenai level stop loss. Apabila garis support dan resistance berhasil ditembus maka harga akan terus melaju, sehingga sudah benar jika kita menempatkan stop loss di belakang garis support dan resistance.
     
  • Stop Loss Dengan Menggunakan Garis Trend



    Garis trend adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) yang naik secara berurutan pada keadaan uptrend, atau titik-titik puncak (top) yang turun secara berurutan pada keadaan downtrend. Untuk membuat garis trend, paling sedikit harus ada dua titik harga yang dihubungkan Garis trend juga bisa dijadikan level stop loss dengan alasan bahwa selama trend itu belum berakhir, grafik akan selalu berada di depan garis trend. Sehingga jika grafik menyeberang garis trend, bisa dipastikan harga akan terus bergerak menjauh berlawanan dengan posisi kita.


RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI  silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait