ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Divergence Dalam Trading: Arti serta Tipe-Tipenya

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Teknikal
Published : June 08, 2021
Dilihat: 2224 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot.


zoom

Sumber: iqtradingpro

Selagi pasar sedang bergerak ke satu arah, kekuatan sesungguhnya sedang bersiap-siap berbalik/Reversal.

Di grafik, Divergence tampak seperti pola yang bergerak melawan arah harga sesungguhnya. Hal ini sering kali terjadi terlebih dahulu pada Stochastic Oscillator, tapi kadang-kadang dapat dilihat juga pada RSI dan indikator lain.

Ada dua bentuk Divergence, yaitu Bullish dan Bearish. Divergence Bullish adalah ketika pasar naik, sementara yang Bearish cenderung mendorongnya turun. Keduanya bisa dipakai sebagai sinyal trading.

Tipe-tipe Divergence

1. Classic Divergence

Classic Divergence bisa terbaca saat melihat ke titik ekstrem di grafik dan indikator. Classic Bearish Divergence terjadi saat grafik menunjukkan Higher High yang lebih tinggi dari level sebelumnya, sementara indikator menunjukkan Lower High. Classic Bullish Divergence terjadi ketika grafik menunjukkan Lower Low, tapi indikator menunjukkan Higher Low. Classic Divergence menunjukkan pasar yang berubah dari arah awalnya.

2. Hidden Divergence

Hidden Divergence jauh lebih jarang terjadi daripada Classic Divergence dan bersifat palsu (Fake). Awalnya, pola Divergence ini terlihat bertentangan arah dengan pergerakan harga, namun pada akhirnya berekonsiliasi dan terus bergerak ke arah yang sama.

Hidden Bearish Divergence terjadi ketika Higher High di grafik diikuti dengan titik Lower High. Jika dilihat pada chart, harga bergerak searah. Padahal posisinya berkebalikan jika dilihat menggunakan indikator (MACD atau RSI).

Hidden Bullish Divergence terjadi ketika Lower Low di grafik diikuti oleh Lower High, sementara pada indikator urutannya terbalik. Dalam kedua kasus di atas, Hidden Divergence memberi sinyal kelanjutan tren sebelumnya.

3. Extended Divergence

Divergence Dalam Trading: Arti serta Tipe-Tipenya 1Sumber: iqtradingpro

Extended Divergence mirip dengan Classic Divergence, karena keduanya sama-sama berfokus pada pergerakan yang terjadi di indikator dibandingkan besaran level pada grafik harga.

Extended Bearish Divergence terjadi ketika grafik menunjukkan Level Higher High serupa sementara indikator menunjukkan satu Higher High diikuti Lower High.

Sebaliknya, Extended Bullish Divergence dikenali dengan Lower Low serupa pada grafik, sementara indikator menunjukkan satu Lower Low diikuti Higher Low. Extended Divergence menunjukkan bahwa pasar sedang tidak siap untuk konsolidasi dan justru akan terus mengikuti tren aslinya.

Intinya, Divergence adalah pemandangan umum di Forex dan salah satu elemen yang bisa dimanfaatkan untuk analisis teknikal. Tetapi, divergence juga sulit dikenali di grafik live karena Anda tidak bisa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Satu-satunya cara untuk lebih jeli melihat Divergence adalah dengan menambah pengalaman.

 

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

- Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

- Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

- Untuk pembelajaran lebih intensif dan lebih dalam, silahkan ke Sekolah Forex Gratis

- CALL atau whatsapp dan cari DANUH silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait