ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Hubungan Psikologi Trading dengan Inner Child, Cek Sebelum Trading Anda Ambyar!

Story by : Hadi J
Category at: Artikel Baru
Published : July 04, 2022
Dilihat: 49 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Apakah psikologi trading bisa dipengaruhi inner child? Tentu bisa! Anda mungkin tidak pernah mengira topik psikologi trading bisa diangkat dalam kacamata inner child. Inner child merupakan istilah baru dalam dunia psikologis yang hangat di perbincangkan saat ini. Lantas bagaimana hubungan psikologi trading dengan inner child? Nah, kali ini saya akan membahas perspektif psikologi trading dalam hubungannya dengan inner child. 

Apa Itu Psikologi Trading

Sebelum membahas inner child, saya akan membahas dulu mengenai psikologi trading? Secara sederhana, psikologi trading dapat dipahami sebagai suatu keputusan dalam melakukan transaksi yang dipengaruhi oleh perasaan, mental, dan pikiran.

Anda bisa menganalisis apakah seorang trader mengambil keputusan dengan rasional atau tidak dengan melihat ketiga komponen ini, yaitu perasaan, mental, dan pikiran. Itulah mengapa beberapa keputusan tampak lebih rasional sedangkan beberapa keputusan lain tampak begitu irasional. Seperti apa keputusan rasional itu? Tentu saja keputusan yang dibangun dengan landasan analisis yang mendalam, seperti analisis teknikal dan fundamental. 

Baca Juga: Tips untuk Menjadi Traders Profesional

Misalnya sebagai seorang trader, Anda menggunakan analisis teknikal dengan indikator Moving Average dan stochastik untuk menentukan arah pergerakan harga komoditas Gold. Lalu secara fundamental, Anda melihat perkembangan inflasi Amerika dan nilai dollar. Setelah melakukan analisis tersebut, Anda pun membuat suatu keputusan untuk open posisi Buy dan Anda mengeksekusinya rencana tersebut. Selamat, Anda telah melakukan tindakan rasional.

Lalu, bagaimana keputusan irasional? Sederhananya, ketika pikiran Anda sedang ruwet, perasaan Anda penuh kegalauan, tapi Anda ngotot tetap mengambil open posisi buy. Ketika ditanya apa alasan dasarnya. Anda cuma berkata, “saya yakin harga akan bergerak naik setelah pasar bubble.” Yup, saat itulah, Anda terjebak keputusan irasional.

Oleh karena itu, menjelajahi psikologi trading artinya mengecek kembali perasaan, mental, dan pikiran Anda. Lalu bagaimana hubungannya dengan inner child? Saya akan membahas dibagian berikutnya.

Apa Itu Inner Child?

Saya bukan ahli psikologi, tetapi sedikit banyaknya saya mempelajari topik ini. Sepemahaman saya, inner child sangatlah personal karena dibentuk dari pengalaman saat masih anak-anak setiap individu. Inner child merupakan salah satu komponen pembentuk karakter dari diri Anda. 

Dikutip dari Psychology Today, inner child yang terluka muncul ketika seorang anak secara emosional dan mentalnya terluka akibat masa lalunya yang buruk, seperti ditelantarkan, atau bahkan mendapat penyiksaan sehingga luka di dalam batinnya belum sembuh.

Inner child sendiri merupakan suatu konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanak-kanakan yang dari diri Anda yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Artinya, bagian ini terus menetap dan bersembunyi di dalam diri Anda dengan menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah Anda alami saat masih kecil, baik yang indah maupun yang buruk.

Baca Juga: Faktor Psikologi Sepele tapi Memberikan Impact yang Besar

Sayangnya, ketika Anda lebih sering menggenggam erat emosi negatif, baik berupa perilaku maupun ucapan dari orang yang Anda anggap seharusnya dapat memberikan rasa aman. Saat itulah inner child Anda terluka. Nah, inner child terluka ini akan memengaruhi Anda sebagai orang dewasa dalam mengambil keputusan. 

Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui, menerima, dan terkoneksi dengan sisi dalam anak-anak yang ada di dalam diri. Namun, saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai inner child ini. Anda dapat berbicara dengan konselor atau psikolog Anda.

Lantas, apa hubungan psikologi trading dengan inner child? Saya akan membahas lebih jauh di bagian selanjutnya.

Mengapa Trading berhubungan dengan Inner Child?

Sebenarnya, ada banyak hal yang dapat mengganggu inner child di dalam diri yang terluka. Mungkin sebagian dari penyebab ini tampak wajar pada anak-anak. Namun, jika saat itu harus menghadapinya sendiri, perkembangan diri Anda mungkin menjadi terpengaruh karenanya.

Berikut beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab inner child di dalam diri terluka:

1. Kekerasan fisik atau verbal dari orang tua;

2. Pengabaian dan penolakan;

3. Disalah-salahkan dan penghakiman;

4. dan lainnya.

Jika pernah mengalami salah satu kondisi di atas dan harus menghadapinya sendiri, maka kemungkinan inner child yang terdapat di dalam diri Anda mungkin sedang terluka. Salah satu ciri sisi anak-anak dalam diri sedang terluka yakni cara pandang terhadap dunia. Jika Anda merasa bahwa dunia bukan tempat yang aman, mungkin ada trauma masa kecil mendalam yang pernah Anda rasakan dan melukai inner child tersebut.

Baca Juga: Cara Menentukan Stop Loss di Market

Lantas, mengapa Trading berhubungan dengan Inner Child? Hubungan kedua hal  ini mungkin tidak pernah dibahas selama ini. Namun, jika anda mendalami psikologi, Anda akan menemukan hal ini bisa jadi sangat berhubungan. Anda mungkin tidak akan menyadari ada beberapa perilaku trading Anda yang sesungguhnya berhubungan dengan proses pembentukan masa anak-anak.

Beberapa perilaku ini tercermin dalam tindakan Anda saat memulai trading. Misalnya Anda sudah menganalisa pasar dengan pendekatan teknikal. Anda sudah merencanakan akan open posisi di harga tertentu. Namun, ketika Anda ingin mengeksekusi rencana yang dibuat, Anda mulai merasa ragu. Pikiran Anda pun mulai dipenuhi ketakutan-ketakutan. Anda merasa takut gagal. Anda merasa takut disalahkan. Anda merasa takut kehilangan? Benar begitu bukan?

Orang awam akan mengira perasaan ragu dan takut merupakan perasaan yang biasa muncul di saat memulai trading. Sayangnya, perasaan ragu dan takut tidak sesederhana yang semua orang kira. Perasaan ragu dan takut sering kali disebabkan oleh inner child Anda.

Apakah saat ini Anda jadi bertanya-tanya, “apakah trading saya sedang dipengaruhi inner child?” Untuk pembahasan lebih mendalam, Anda dapat menghubungi saya untuk berkonsultasi. 

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

CALL atau whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait