ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

INDIKATOR UNTUK TRADING

Story by : Hadi J
Category at: Analisa Teknikal
Published : October 14, 2021
Dilihat: 2818 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Dalam trading, Anda dapat memprediksi pergerakan harga mata uang menggunakan beberapa teknik analisis, salah satunya adalah analisis teknikal dengan chart dan indikator pergerakan harga. Nah, untuk memudahkan Anda belajar trading dan mengenal dasar analisis teknikal, 3 indikator berikut merupakan yang paling populer. 

1. Moving Average

Moving Average adalah indikator lagging dan bereaksi terhadap peristiwa yang sudah terjadi, tidak digunakan sebagai indikator prediksi melainkan satu penafsiran yang digunakan untuk konfirmasi dan analisis. Moving average (MA) atau dikenal sebagai rata-rata pergerakan pasar yang paling sering dilihat apabila seorang trader mencoba untuk membaca arah dari sebuah trend. Indikator ini menggambarkan perubahan harga rata-rata dalam suatu periode tertentu.
Moving average ditampilkan sebagai garis yang merepresentasikan harga rata-rata yang ditempuh oleh pasangan mata uang yang Anda pilih. Dengan demikian, harga yang bergerak di atas MA periode tertentu bisa dianggap sebagai sinyal harga masih berpotensi menguat, begitu pula sebaliknya.

2. RSI (Relative Strength Index)

RSI (Relative Strength Index) adalah indikator teknikal yang mengukur besarnya perubahan harga dalam periode tertentu untuk menganalisa apakah kondisi di pasar sudah mencapai jenuh jual (oversold) atau jenuh beli (overbought). Indikator RSI terutama digunakan untuk mengidentifikasi level oversold dan overbought sebuah aset investasi, tetapi juga dapat dipakai sebagai penanda munculnya peluang trading. RSI termasuk indikator teknikal tipe Oscillator yang bersifat leading (mendahului pergerakan harga).

Indikator RSI berbentuk grafik yang bergerak antara 0 - 100 dengan pembatas pada level 30 dan 70. Pergerakan grafik yang melewati level 70 menunjukkan pola overbought atau instrumen tersebut telah hampir mencapai titik saturasi pembelian. Sebaliknya, jika grafik turun hingga ke bawah level 30, hal itu mengindikasikan oversold, atau instrumen telah kehilangan daya tariknya dan menjadi terlalu banyak dijual.

3. Bollinger Bands & Parabolic SAR

Bollinger bands sering dianggap sebagai petunjuk volatilitas sebuah pasar. Indikator yang terdiri dari dua garis paralel ini akan terlihat saling menjauh saat volatilitas tinggi, dan akan menyempit saat kondisi pasar sedang stagnan.
Sedangkan parabolic SAR merupakan indikator berupa bulatan yang ada di bagian atas atau bawah titik grafik. Saat bulatan muncul di bagian bawah grafik, hal tersebut mengindikasikan harga akan bergerak naik, sedangkan jika muncul di atas grafik, kemungkinan yang terjadi adalah sebaliknya.

Dengan memanfaatkan ketiga indikator tersebut secara bersamaan, Anda dapat melakukan analisis teknikal dengan lebih mudah. Jika Anda tertarik mencoba trading namun belum merasa cukup percaya diri, Anda dapat mencoba akun trading demo dari MRG Premiere. Dengan akun demo, Anda dapat merasakan langsung pengalaman trading yang sesungguhnya dengan dana virtual.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait