ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Ini Dia Tips Sederhana Melihat Trend Forex Secara Akurat

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Teknikal
Published : May 14, 2020
Dilihat: 2370 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Pada umumnya, trend forex bisa dikenali dari High dan Low harga. Bagi Anda para pemula yang baru mempelajari cara melihat trend forex dengan akurat, istilah High merujuk pada puncak suatu gelombang harga, sedangkan Low adalah lembah atau dasarnya.

Jadi apabila ada setidaknya 3 High dan Low yang bergerak semakin tinggi, harga sudah bisa dinyatakan berada dalam keadaan uptrend. Sedangkan jika terdapat minimal 3 High dan Low yang secara berturut-turut bergerak menurun, maka harga sedang bergerak dalam downtrend.

Kekuatan trend juga penting untuk diperhatikan, karena dari sinilah Anda bisa mengetahui potensi penerusan atau pembalikan lebih awal. Seringkali, kekuatan trend bisa dideteksi dengan bantuan indikator teknikal. Namun mengingat sifat indikator yang sudah pasti lagging karena merumuskan data-data dari pergerakan masa lalu, sinyal kekuatan trend tetap saja tak bisa didapatkan sebagai sinyal leading.

Untuk mengatasi hal itu, Justin Bennett dari situs Daily Price Action menyarankan 3 cara membaca kekuatan trend tanpa indikator. Namun sebelumnya, Anda juga perlu memahami cara mengenali trend tanpa bantuan indikator.

Jika biasanya Anda mungkin menggunakan Moving Average (MA) atau indikator sejenis, maka sebaiknya biasakan untuk mendeteksi trend harga lewat pola-pola high dan low. Metodenya tidak jauh berbeda dengan cara mengenali trend lewat price action, di mana kondisi uptrend terkonfirmasi ketika harga membentuk higher high dan higher low.

1. Mengidentifikasi Posisi High Low

Ini merupakan metode termudah yang tidak memerlukan indikator atau tool teknikal apapun. Prinsipnya, pola harga yang terbentuk di chart saja sudah bisa menjadi dasar pengamatan untuk membaca kekuatan trend. Di sini, Anda hanya perlu melihat bagaimana posisi high (saat uptrend) atau low (saat downtrend) harga. Trend bullish yang masih kuat bisa dikenali dari higher high (high yang lebih tinggi dari high sebelumnya).

Ketika harga mulai membentuk high di level yang lebih rendah dari high sebelumnya, maka di situlah kekuatan trend mulai melemah. Sebagai ilustrasi, chart di bawah ini menunjukkan contoh penurunan kekuatan trend yang ditandai dengan kegagalan harga membentuk higher high.

2.  Mengukur Jarak Retest

Retest adalah ketika harga menguji suatu level penting, misalnya support atau resistance. Dalam kondisi trending, retest juga bisa diaplikasikan pada situasi di mana harga menguji trendline sebelum kembali ke trend utama.

Jika Anda jeli, penyempitan interval antara retest terbaru dengan retest sebelumnya bisa diartikan sebagai pelemahan kekuatan trend. Mengapa? Jarak Retest yang lebih pendek bisa terjadi karena durasi kenaikan harga telah berkurang.

3. Mengenali Kerapatan Harga

Apa yang dimaksud dengan kerapatan harga di sini adalah ketika beberapa candle (biasanya didominasi oleh candle berukuran kecil) terbentuk di area yang sempit, sehingga harga terkesan muncul berdempetan.

Jika diilustrasikan, maka seperti inilah contoh sederhananya. Ketika harga mulai 'bergerombol' di dekat area support atau resistance, tekanan market semakin besar dan memberikan desakan breakout. Trend harga sudah tak didukung oleh sentimen yang kuat, sehingga kerapatan harga yang semakin instens bisa juga dianggap sebagai sinyal penurunan kekuatan trend. Metode analisa ini bisa diterapkan di time frame manapun.

Baik di chart W1, D1, H4, hingga H1, kerapatan harga di dekat level penting hampir selalu menunjukkan kekuatan trend yang semakin memudar dan menjadi pertanda breakout.

Alat bantu yang diperlukan dalam metode ini mungkin hanyalah trendline atau tool sejenis sebagai petunjuk support resistance. Ketiga cara membaca kekuatan trend di atas hanya bisa diterapkan di pasar trending. Saat harga cenderung sideways atau tidak menunjukkan arah pergerakan yang pasti, sebaiknya gunakan teknik lain atau hindari open posisi. Bagaimanapun juga, strategi sebaik apapun tak akan berjalan optimal jika dipaksakan di tempat yang tidak seharusnya.


Artikel Terkait