ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

INILAH ALASAN TRADER MELALUKAN CUT LOSS

Story by : Hadi J
Category at: STRATEGI TRADING
Published : August 03, 2020
Dilihat: 1615 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Tahukah Anda?

Modal yang dibutuhkan untuk trading forex bervariasi, mulai jutaan hingga miliaran. Modal yang ditetapkan harus sesuai. Artinya sesuai dengan kemampuan Anda menerima kerugian. Ingat trading forex itu high risk high return, modal yang ditanamkan bisa habis hingga menjadi nol, tapi keuntungan yang diperoleh juga bisa tak terbatas. Dengan demikian, siapkan modal yang kira-kira “ketika habis semua tidak memengaruhi kehidupan fisik dan mental”.

Jangan menggunakan modal yang dapat berpengaruh besar terhadap kondisi finansial, apalagi sampai berutang. Kebanyakan pelaku bisnis trading forex atau dikenal dengan trader mengalami kerugian besar akibat takut akan kerugian kecil. Pasar forex bergerak sangat dinamis, arah pergerakan bisa berubah dalam hitungan menit, sehingga perlu kesiapan mental untuk melepas posisi yang salah (cut loss) agar terhindar dari kerugian yang lebih besar. Nah, selanjutnya apa sih yang menyebabkan para trader di pasar forex ini terus-terusan cut loss? Berikut ini saya coba merumuskan beberapa poin utama dari permasalahan yang dialami rata-rata trader di Indonesia!

Tidak Punya Sistem Trading yang Valid.

Mereka yakin masalah yang dialami dalam trading adalah faktor psikologi seperti tidak disiplin, atau kurang sabar. Tetapi setelah saya ajukan beberapa pertanyaan, masalah utamanya ternyata tidak mempunyai sistem trading yang benar-benar valid, paling tidak menurut keyakinan mereka. Mereka gelisah dan selalu ragu ketika trading karena pada dasarnya mereka tidak tahu pasti apa yang sedang dilakukan. Keraguan timbul karena mereka mengira apakah benar sistem trading yang digunakan akan seperti yang diharapkan.

Keraguan yang terus-menerus akan menyebabkan kegelisahan. Dan apakah Anda bisa trading dengan benar dalam keadaan psikologis yang demikian?  Ketika saya tanya mereka terus terang mengatakan belum pernah melakukan backtest terhadap metode atau strategi tradingnya, bagian dasar dari sistem trading, jadi bagaimana mungkin mereka tahu drawdown yang diharapkan? Jika mereka tidak tahu kehandalan sistem tradingnya untuk waktu lampau, bagaimana bisa mengharapkan sistemnya akan berjalan pada pergerakan harga real-time saat ini?

Merubah Metode atau Cara Analisa.

Kesalahan kedua yang saya temukan adalah mencoba mengganti metode atau cara analisa sebelum tahu benar penerapan metode tersebut pada kondisi pasar yang sedang terjadi. Jika Anda mengalami hal yang demikian, maka Anda perlu membuat jurnal trading guna mengetahui metode yang paling pas, dan kemudian Anda tidak harus menggunakan banyak metode ketika trading. Anda akan menjadi kurang yakin dan tegang jika berganti-ganti metode. Meski tujuan trading adalah memperoleh profit dalam waktu singkat, tetapi pendekatan yang ingin ‘sekali gebrak’ tersebut tidak bisa diterapkan.

Berpikir Negatif Setelah Mengalami Kerugian.

Anda pernah rugi, tetapi mungkin juga pernah untung. Anda selalu ingat saat Anda rugi karena sebenarnya Anda takut rugi. Jika Anda takut rugi, pikiran Anda tentang trading akan selalu negatif. Kalau Anda mengalami hal ini, sebaiknya Anda istirahat untuk tidak trading hingga Anda yakin bahwa kerugian adalah bagian dari permainan (seperti sering diucapkan oleh para trader besar). Lakukan motivasi diri hingga Anda bisa berpikir dengan positif.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI  silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait