ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Memahami 10 Level Psikologi Trading Forex

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Psikologi
Published : June 02, 2022
Dilihat: 42 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Sumber: Freepik

Oleh karena itu, banyak para trader yang mengalami gangguan psikologis seperti rasa takut, keserakahan dan penyesalan dari setiap keputusan yang diambil. Sama seperti yang dipaparkan oleh Dr. Alexander Elder, seorang ahli psikologi dan trader profesional. Ia mengatakan bahwa terdapat tiga pilar di dalam trading, yaitu 3M (Method, Money dan Mind). Seorang trader yang sukses harus memiliki ketiganya.

Namun dalam trading forex, hal yang tersulit adalah mengendalikan emosi yang sedang dominan menguasai pikiran trader. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil saat bertrading.

Walau dengan menggunakan sistem trading yang profitable dan manajemen risiko yang mumpuni. Semuanya tidak akan bisa diterapkan dengan baik oleh trader. Psikologi trading yang stabil sangatlah diperlukan yaitu agar bisa mengikuti dengan baik aturan-aturan sistem trading dan sistem manajemen risiko yang sedang digunakan.

Itulah sebabnya trader juga harus belajar mengenai psikologi trading. Agar bisa lebih mengendalikan emosi, dan tidak mempengaruhi psikologis saat melakukan trading. Sepintar apapun seorang trader, tetap akan kalah jika memiliki emosional yang tidak stabil.

Hal ini disebabkan oleh pergerakan market yang membingungkan, dan tentunya akan membuat trader mudah merasa bimbang untuk menentukan keputusan yang benar di dalam market.

Dalam ulasan psikologi trading berikut ini, terdapat 10 level psikologi trading. Sehingga, dapat membantu Anda memahami dengan lebih kompleks lagi mengenai karakter atau situasi emosional yang Anda rasakan.

 

Optimisme

belajar trading Memahami 10 Level Psikologi Trading Forex1
Sumber: Freepik

Level psikologi trading yang pertama ini biasanya diawali dengan kondisi di mana pasar sedang berada dalam keadaan yang kondusif. Keadaan yang serba tenang, normal, dan memberikan indikasi-indikasi yang sangat umum inilah yang sering memicu level psikologi trading optimisme. Para traders akan merasa optimis dan positif bahwa kondisi akan terus naik. Di level ini, hal yang ada di pikiran Anda biasanya strategi untuk meraup profit sebanyak-banyaknya dengan trading.

 

Thrill

belajar trading Memahami 10 Level Psikologi Trading Forex2
Sumber: Freepik

Level psikologi trading berikutnya adalah thrill. Ini terjadi saat nilai portofolio atau akun Anda sudah meningkat, kondisi di mana Anda merasa tidak percaya dengan hasil yang biasanya jauh melebihi ekspektasi Anda semula. Di level psikologi trading ini, Anda akan menjadi percaya diri, baik terhadap kemampuan analisis Anda akan pasar, kemampuan menetapkan keputusan, maupun mendatangkan keuntungan bagi Anda sendiri.

 

Euphoria

Setelah mencapai thrill, biasanya para traders pemula akan memasuki level psikologi trading euphoria. Level ini di mana Anda dipenuhi dengan rasa positif dan optimis, sehingga cenderung menghilangkan rasa waspada Anda. Jadi, tidak heran jika kemudian kondisi pasar jadi terlihat berpeluang bagi Anda. Pada level euphoria ini juga, tanpa disadari Anda sedang berada di posisi dengan risiko yang sangat besar untuk melakukan kesalahan. Namun, kebanyakan trader pemula yang mengalami euphoria seringkali tidak menyadarinya.

 

Kecemasan

Selepas euphoria, bukan tidak mungkin Anda justru melakukan kesalahan dan merugi. Anda jadi merasa bahwa pasar tidak lagi bergerak sesuai dengan terkaan atau analisis serta proyeksi Anda. Di sini Anda mulai memasuki level psikologi trading yang disebut kecemasan.

Pada level psikologi ini, ada trader yang bisa bangkit, ada juga yang cenderung membuat kesalahan-kesalahan lain yang berujung pada kerugian dan nilai akun yang kian mengecil setiap harinya. Di titik ini, Anda biasanya mulai berpikir kritis.

 

Denial

Banyak yang tidak berhasil mengatasi emosinya dengan baik saat berada di level psikologi trading kecemasan tadi. Justru yang terjadi adalah semakin yakin bahwa pasar akan melakukan rebound dan naik lagi, ini disebut level denial. Anda menolak percaya tanda-tanda yang sudah jadi sinyal kesalahan di sekeliling Anda. Pada posisi psikologi trading ini, banyak traders yang mulai asal-asalan selama merasakan rebound. Sehingga, tidak lagi melakukan trading dengan sehat.

 

Desperation

Pada level desperation ini, hal yang terjadi adalah kebuntuan. Anda bisa merasa bahwa keuntungan yang sudah didapat hilang sirna. Bagi para traders pemula, jelas ini pukulan telak. Bisa saja Anda mundur dalam satu kali kekalahan. Namun, perlu Anda ingatkan diri Anda bahwa rugi sudah jadi bagian dari proses trading itu sendiri. Semua orang juga mengalaminya.

 

Kepanikan

Jika tidak berhasil mengontrol diri Anda sendiri, Anda bisa saja memasuki level trading psikologi paling rendah ini, alias panik. Anda sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, tidak ada siasat cadangan untuk membawa Anda keluar dari masalah. Karena kenyataannya, akun dan portofolio Anda sendiri terus-menerus mengalami kemerosotan.

 

Capitulation

Tidak sedikit trader yang kemudian pasrah dan keluar dari pasar. Bisa jadi karena Anda merasa sudah merugi terlalu besar. Namun sayangnya, biasanya di saat ini, justru jadi titik balik pasar untuk dapat mendaki lagi. Anda dapat memulai dari awal lagi untuk mencoba menerapkan strategi baru saat trading untuk meraup profit lagi.

 

Despondency

Beberapa traders yang keluar dari pasar akan berada di level psikologi trading despondency ini. Mereka cenderung akan mengambil waktu yang tenang untuk mengistirahatkan kondisi mereka, baik secara finansial juga secara emosional yang terutama. Ini adalah hal yang baik, Anda tidak menghabiskan waktu untuk memikirkan apapun terkait pasar dan trading. Benar-benar mengambil jeda untuk berpikir lebih jernih.

 

Harapan

Para traders yang sudah jatuh dan akhirnya bangkit ini biasanya mendapat kembali harapan pada sisi emosional dan psikologis mereka. Kondisi ini membuat traders jadi berpikir lebih jernih dan tenang dalam melihat semua peluang-peluang baru yang muncul di pasar. Tidak gegabah, lebih teliti, dan cenderung berhati-hati dalam melakukan keputusan-keputusan besar.

 

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

- Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
- Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan
  Saya untuk mengenal trading lebih detail.
- Untuk pembelajaran lebih intensif dan lebih dalam, silahkan
  ke Sekolah Forex Gatis
- CALL atau whatsapp dan cari DANUH silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait