ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

MEMAHAMI GEN Z SEBAGAI GENERASI TRADER BERIKUTNYA

Story by : Debby Lukito Goeyardi
Category at: SEPUTAR FOREX
Published : February 11, 2021
Dilihat: 310 kali

Debby Lukito Goeyardi adalah seorang penulis yang sudah menerbitkan belasan buku. Dengan bekal ilmu dari jurusan Business Administration di Kennedy-Western University, Debby siap memasuki dunia pasar keuangan bersama PT. Astronacci International.


zoom

Mungkin dunia bisnis masih berfokus pada generasi Milenial, namun ada generasi berikutnya yang cenderung menunjukkan karakteristik keuangan yang sama dengan generasi Milenial yang juga disebut sebagai generasi Y ini. Tak salah lagi, generasi Z patut diperhitungkan dan dunia sebaiknya mulai menyertakan generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga tahun 2010 ini. Jika dihitung di tahun 2021 ini, generasi Z berusia sekitar 11 hingga 26 tahun. Artinya, usia tertua dari generasi Z ini mulai memasuki dunia kerja.  

Studi yang dilakukan di Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa generasi Z cenderung lebih konservatif dibanding dengan generasi Milenial. Konservatif ini ditunjukkan dengan fakta bahwa generasi Z lebih mungkin lulus tepat waktu dari sekolah menengah, cenderung tidak terlibat dalam kenakalan remaja, memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang tua mereka dan menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka di belakang perangkat teknologi. 

Dalam hal uang, sebuah jajak pendapat menyatakan bahwa generasi Z lebih konservatif secara finansial, sejalan dengan perilaku mereka yang cenderung menghindari risiko. Meskipun Generasi Z mungkin lebih berorientasi pada uang dan lebih berjiwa wirausaha, namun mereka juga lebih konservatif dan pragmatis tentang uang mereka dibandingkan dengan generasi sebelumnya.  

Generasi Z menghindari hutang

Bagi generasi Z, hutang merupakan hal yang harus mereka hindari. Pertimbangan inilah yang membuat mereka mengambil keputusan dalam kaitannya dengan perguruan tinggi yang mereka pilih. Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan diri bisa mengajukan ‘student loan’ atau ‘pinjaman pelajar’. Dengan fasilitas seperti itu, generasi Z lebih memilih perguruan tinggi yang lebih murah sehingga mereka akan lulus dengan hutang yang lebih sedikit. Logika di balik keputusan tersebut adalah mereka akan mampu memasuki dunia kerja dengan lebih fleksibel dan dengan memilih profesi yang mereka minati, daripada memilih profesi yang memungkinkan mereka lebih cepat melunasi hutangnya. 

Generasi Z fokus menabung

Dibanding dengan generasi Milenial, generasi Z lebih fokus menabung, bahkan ada yang sudah memiliki rekening tabungan sejak usia 10 tahun. Dengan hutang yang sedikit atau bahkan tanpa hutang, generasi Z cenderung lebih optimis menatap masa depan keuangan mereka. 

Generasi Z berfokus pada manfaat

Dalam hal belanja, generasi Z lebih menuntut dan ingin pembelian mereka dikirim dengan cepat. Menariknya, generasi Z lebih memilih utilitas yang memang bermanfaat daripada yang berpatok pada merk. Berbeda dengan generasi Milenial yang bersedia membayar uang ekstra demi sebuah merk atau logo, tidak demikian dengan generasi Z. Dalam hal melakukan pembayaran, generasi Z cenderung menggunakan pembayaran digital melalui ponsel atau aplikasi pembayaran.

Generasi Z hidup di dunia tanpa uang tunai

Generasi Z memiliki kendali finansial dan tumbuh dalam masyarakat tanpa uang tunai (cashless). Sejumlah penelitian pemasaran menunjukkan bahwa konsumen cenderung berbelanja lebih banyak dan membayar lebih mahal ketika menggunakan pembayaran tanpa uang tunai yang biasanya menggunakan kartu kredit. Alasannya adalah mereka tidak merasakan dampak keuangannya seketika, mereka merasa tidak terlalu terdesak untuk segera membayar dan aksesibilitas kartu kredit yang lebih esar daripada uang tunai sehingga membuat mereka lebih mudah untuk menghabiskan lebih banyak uang. Generasi Z yang dijuluki ‘digital native’ ini memandang teknologi sebagai satu-satunya pengalaman mereka sebagai konsumen dan itulah yang membuat mereka ‘terlatih’ untuk tidak membeli secara tunai. 

Berbicara tentang generasi Z sebagai generasi trader berikutnya, tampaknya aman untuk mengatakan bahwa generasi Z lebih menginginkan kejelasan dan transparansi yang lebih besar dalam aktivitas investasi mereka. Untuk itu, kecenderungan untuk melakukan trading secara daring sangat sejalan dengan kepentingan mereka. 

 

Happy trading!


Artikel Terkait