ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Minim Upaya, Maksimal Untung! Yuk Jajal Trading Santai Ala Lazy Trader

Story by : Danuh Nuraga
Category at: STRATEGI TRADING
Published : May 20, 2020
Dilihat: 2654 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Dibenak hati semua orang tentunya menginginkan hasil yang maksimal tanpa perlu bersaha dengan keras. Namun apakah itu mungkin? Dalam dunia trading forex ada istilah yang dapat menggambarkan hal ini  yang dinamakan strategi Lazy Trader (pedagang yang malas).

Teknik ini sangat ideal untuk para pedagang yang malas karena strategi ini hanya melakukan satu transaksi dalam seminggu, bahkan strategi ini tidak memerlukan perhatian secara konstan untuk menilai situasi untuk mendapatkan sinyal perdagangan dan ia terdiri dari pembuatan pesanan-pesanan pending, yang dilakukan pada kurun waktu empat jam.

Strategi Lazy Trader Akan Menyelesaikan Semua Masalah

Ketika Anda memutuskan menggunakan sistem ini, Anda akan berjudi secara otomatis, karena setiap instruksi untuk membuat transaksi perdagangan akan dilakukan dengan peraturan yang sangat ketat. Kemudian, Anda bisa mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan secara positif, dan jaminan keuntungan sekitar 5-9% per bulan dengan resiko yang masih masuk akal jadi dalam kasus ini sangat tidak pantas untuk berbicara dengan ekspektasi yang digelembungkan.

Masalah dengan kelelahan bisa dihapuskan secara otomatis, karena strategi Pedagang Malas ini membutuhkan keterlibatan sang pedagang untuk berdagang hanya pada hari Senin dan Jumat sore. Di sisa waktunya Anda tidak perlu melihat monitor dan bisa melakukan pekerjaan Anda atau bisnis anda sendiri.

Sesungguhnya sistem ini sangat menantang, sebenarnya strategi ini sangat cocok bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan yang profesional dan trading forex merupakan hobi ataupun pekerjaan sampingan.

Teknik Trading Lazy Trader Diterapkan Pada Pair JPY

Setelah Anda telah tahu bahwa hanya perlu membuka posisi 1 kali per minggu. Selanjutnya, pilih pair yang akan di-trading-kan. Pembuat strategi ini menyarankan penggunaanya pada Cross pair JPY (Japanese Yen), contohnya: GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, CAD/JPY and CHF/JPY.

Penerapan Manajemen Risikonya?

Walaupun tidak ingin mikir ribet, bukan berarti Anda boleh meremehkan risk management. Dalam memasang proteksi pada teknik trading santai, pemasangan Stop Loss tetap wajib dilakukan. Caranya, pasang titik Stop Loss setara dengan Sell Stop jika mengambil aksi Buy. Sebaliknya jika memasang posisi Sell, titik Buy Stop bisa digunakan sebagai acuan Stop Loss-nya.

Selanjutnya, letakkan take profit pada titik dimana harga tersentuh sebanyak 3 kali. Jika harga menembus level tersebut, maka geser Stop Loss Anda ke level harga pembukaan yang ditambah beberapa poin untuk menutupi biaya komisi atau spread. Dengan melakukan hal ini, Anda menetapkan manajemen risiko "Break Even". Artinya: gagal profit, namun juga tidak loss alias impas. Setelah salah satu posisi pending order terbuka, tetap pertahankan posisi pending order yang satunya. Sebab ada potensi terjadinya Tren Reversal dan strategi berjalan mulus. Jika transaksi pertama tersentuh Stop Loss, masih ada potensi keuntungan yang menunggu Anda karena skenario alternatif otomatis terbuka.

Seandainya sampai hari Jumat posisi tersebut belum menyentuh titik TP, segera tutup posisi dan terima hasil trading Anda. Ini didasari pertimbangan bahwa market pada hari Senin seringkali menimbulkan gap yang justru merugikan posisi trading.  

Perlu Diperhatikan Dari Teknik Ini

Meskipun strategi Lazy Trader ini terdengar menguntungkan, Anda tetap harus memiliki keteguhan hati dalam mempraktekannya. Membuka platform trading hanya sesekali bisa menjadi sebuah tantangan yang berat, terutama bagi Anda yang mudah gelisah dan suka intip-intip chart. Ingat, teknik trading apapun akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan pengendalian emosi yang baik. 

Selain itu, Teknik trading santai ini juga menuntut Anda untuk menahan posisi dalam jangka waktu hingga 1 minggu (buka di Senin, tutup pada hari Jumat), sehingga sangat disarankan untuk trading pada broker yang bebas swap atau mengenakan biaya menginap super rendah.


Artikel Terkait