ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

PRICE ACTION DALAM TRADING

Story by : Geraldo Kofit
Category at: Artikel Baru
Published : May 25, 2022
Dilihat: 159 kali

Geraldo Kofit adalah Seorang Profesional Trader yang sudah lama berkecimpung di dunia trading kurang lebih 2 tahun. Dengan 2 teknik sederhana Trend Line dan Moving Average, Gerald siap untuk membantu anda sebagai Trading Advisor handal..


zoom

Analisa Teknikal mengasumsikan grafik harga mencerminkan tindakan (action) dari semua pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan dalam periode waktu tertentu. Untuk memahami lebih jelas tentang Strategi Price Action kita akan memulai dari pemahaman tentang grafik pergerakan harga. Pergerakan harga dapat dilihat dalam sebuah grafik, dengan grafik inilah kita akan mulai mengidentifikasi bagaimana perilaku pasar. Price action, dalam hal ini, dimaknai sebagai pola pergerakan harga, dan kadang dianggap sebagai indikator sendiri. Trader harus pandai membaca apa yang terjadi pada harga sebelum memakai indikator sebenarnya. Saat tren ditemukan, trader lalu bisa ‘berkonsultasi’ ke indikator untuk melihat sinyal entry yang searah tren. Price Action tidak dapat menjamin keakurasiannya mencapai 100% dari sinyal-sinyalnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor berikut :

  • Time Frame
    Frekuensi kemunculan bar candlestick (atau grafik lainnya) dipengaruhi langsung oleh time frame pilihan anda sendiri. Dampaknya, semakin rendah jeda waktunya, maka resiko munculnya signal palsu akan semakin tinggi.
     
  • Kalender Forex
    Pergerakan harga pada umumnya akan kembali normal setelah rilis berita yang memiliki dampak besar. Maka dari itu gunakanlah kalender forex untuk memastikan bahwa Anda tidak ketinggalan berita terupdate.

Coba amati chart EUR/GBP berdurasi 1 jam di atas. Apa yang paling terlihat dari chart yaitu penurunan nilai mata uang. Ini bisa diketahui karena dalam time frame lebih panjang, chart 4 jam atau harian misalnya, mata uang sudah merubah titik rendah tertinggi dan titik rendah terbawah yang mana sangat mencerminkan tren menurun.

Juga, di tiap satu chart, mata uang ditransaksikan di bawah SMA periode 200. Semisal memakai analisa kekuatan/kelemahan, trader akan menemukan bahwa EUR lebih lemah dan GBP ada dalam posisi kuat. Berbekal informasi tersebut, trader harus menjual mata uang karena tren mendukung dan trading punya kemungkinan besar menang. Selanjutnya, mari amati indikator pada chart tersebut. Ada tiga indikator yang terpasang pada chart, yaitu stochastic, MACD, dan CCI. Saat tren turun, sinyal entry untuk posisi sell dari tiap indikator yaitu: stochastic yaitu saat garis K (biru) melewati garis D (merah) mengarah turun, MACD yaitu saat garis MACD (merah) melewati atas garis sinyal (biru) ke arah bawah, dan CCI yaitu saat garis CCI melewati angka di bawah +100.

Seperti yang nampak pada chart, tiap indikator mampu menunjukkan sinyal beli di waktu yang sama. Jika semua sama, lalu mana yang terbaik? Mengacu tampilan pada chart, semua indikator memberi sinyal sama di waktu yang sama pula. Pilihan bergantung sepenuhnya pada satu jenis indikator yang dirasa nyaman digunakan untuk trader.

Setelah hal di atas, selanjutnya trading dengan Price Action dapat dilakukan dengan tiga langkah:

  1. Buka grafik harga pada timeframe yang diinginkan. Namun, perhatikan bahwa trading dengan Price Action lebih tepat digunakan untuk Day Trading dibandingkan Scalping, sehingga lebih baik menggunakan timeframe terendah antara D1 hingga H4 saja. Sebagai contoh, perhatikan chart USD/CHF pada timeframe H4 berikut ini.
     
  2. Amati pergerakan harga, tariklah garis-garis Support dan Resistance sesuai dengan kondisi. Support merupakan level terendah pada suatu pergerakan harga, sedangkan Resistance menandai level tertingginya. Selanjutnya, carilah kalau-kalau ada pola Candlestick atau pola Harmonik tertentu di atas chart.
     
  3. Buka posisi Buy atau Sell berdasarkan pola-pola yang terbentuk di atas chart, kemudian gunakan garis Support dan Resistance sebagai acuan penentuan Target Profit dan Stop Loss. Contohnya pada gambar di atas, terdapat pola Harmonik Bullish ABCD yang menandai pergerakan naik USD/CHF, dengan perkiraan harga selanjutnya maksimal akan mencapai level Resistance. Target Profit bisa diletakkan pada beberapa tingkatan sebelum Resistance dengan menggunakan Trailing Stop. Sedangkan Stop Loss bisa diletakkan persis pada level Support.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari GERALD silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait