ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

STOP LOSS 101 : BERDAMAI DENGAN PSIKOLOGI ANDA

Story by : Geraldo Kofit
Category at: Artikel Baru
Published : August 10, 2022
Dilihat: 135 kali

Geraldo Kofit adalah Seorang Profesional Trader yang sudah lama berkecimpung di dunia trading kurang lebih 2 tahun. Dengan 2 teknik sederhana Trend Line dan Moving Average, Gerald siap untuk membantu anda sebagai Trading Advisor handal..


zoom

Memang, memiliki fungsi represif pasti akan tidak disukai. Hal ini pun yang terjadi ketika trade Anda "kena" Stop Loss, padahal itu adalah pengaman dana Anda dari kerugian yang berlebih. Hal ini saya coba analogikan dengan tugas seorang polisi. Jika Anda adalah seorang yang tidak sengaja menerobos lampu merah dan Anda mendapatkan surat tilang dari polisi, pasti Anda akan kesal terhadap polisi tersebut. Padahal kalau difikir lagi, Pak Polisi yang menilang Anda itu hanya "menolong" Anda supaya Anda tidak melanggar lagi di kemudian hari dan tertimpa kejadian yang tidak diharapkan. Ya, hari ini saya akan menulis tetang Stop Loss karena sepengalaman saya sebagai Trading Consultant, banyak sekali trader pemula yang kapok memakai fasilitas ini. Kebanyakan mereka merasakan harga berballik arah segera setelah menyentuhnya. Kebanyakan menganggap bahwa Stop Loss itu “mempercepat” kerugian dan menganggapnya sebagai biang keladi atas hasil negatif dari open position yang diambil sehingga modal tergerus sedikit demi sedikit. Dengan alasan itulah, banyak yang akhirnya nekat bertrading tanpa Stop Loss.

Biasanya, kalau sudah terlanjur terfloating minus banyak pips, kita cenderung tidak tega untuk melakukan Cut Loss. Malahan pasrah nunggu datangnya Margin Call sambil berharap-harap cemas harga berbalik arah. Yakin deh, posisi seperti ini sangat tidak enak banget loh. Stop Loss sebenarnya berfungsi seperti halnya rem bagi yang belajar berkendara mobil. Bayangkan kalau orang belajar mobil tanpa rem? Trading tanpa Stop Loss memang sekilas terlihat menggoda, karea kita merasa tidak pernah “salah posisi”. Memang secara umum harga biasanya bergerak naik-turun pada range tertentu, jadi  ada kalanya memang setelah floating minus akhirnya kita floating profit juga.  Pada akhirnya banyak trader pemula berpikir “wah, berarti aman dong. Biarin aja posisi terfloating, ntar juga akhirnya profit juga.” Eits, tunggu dulu, ada saat tertentu ketika harga kembali pada posisi semula setelah goyang cukup jauh. Yang tentunya akan berakibat sangat buruk pada posisi Anda. Karena Stop Loss itu dimaksudkan untuk melindungi kita dari kerugian yang terlalu besar.

Macam-Macam Tipe Stop Loss di Futures Market

Jika Anda termasuk trader yang ingin menggunakan Stop Loss untuk mengendalikan risiko kerugian, maka hal pertama yang perlu diketahui ada beberapa cara memasang Stop Loss di futures market. Berikut tiga diantaranya:

  • Stop Loss Manual

    Pengertian Stop Loss Manual yaitu penghentian kerugian dilakukan oleh trader dengan menutup posisi trading sendiri di software trading (MetaTrader4), saat harga ternyata sudah jauh bergerak ke arah yang berlawanan dengan harapan. Penerapan Stop Loss dengan cara ini akan membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan tinggi dari trader, karena jika ceroboh atau alpa maka loss bisa lebih besar daripada yang mampu ditanggung trader. Misalnya, Anda membuka posisi Buy EUR/USD pada harga 1.2000. Anda sudah berniat akan menutup posisi jika bergerak ke 1.2050 (profit 50 poin) dan mencapai profit, atau jika loss karena mencapai 1.1975 (loss 25 poin). Namun, ternyata Anda tidak berjaga di depan komputer saat harga meluncur turun, serta baru sadar untuk menutup posisi pada posisi harga 1.1900. Akibatnya, kerugian jadi lebih membengkak hingga 100 poin.
     
  • Stop Loss Otomatis

    Definisi Stop Loss Otomatis merujuk pada penentuan level harga tertentu dimana posisi trading akan tertutup secara otomatis jika sudah mencapai level tersebut. Stop Loss Otomatis biasanya dapat ditempatkan di semua software trading. Jika Anda sudah mengetahui bagaimana cara order (membuka posisi trading) di software trading Metatrader atau software trading lainnya, maka tentu Anda mengetahui bahwa pada formulir Order, terdapat pula kolom Stop Loss. Nah, di situlah Anda menuliskan level harga yang dimaksud. Nantinya, jika harga ternyata tidak bergerak ke arah yang Anda inginkan, maka posisi trading akan otomatis tertutup begitu mencapai level Stop Loss ini, meskipun Anda tidak sedang online memantau trading.
     
  • Trailing Stop

    Selain menggunakan fitur Stop Loss Otomatis yang bisa diletakkan di formulir order, Anda juga bisa memakai fitur Trailing Stop. Apabila menggunakan Stop Loss, maka sudah pasti Anda akan menutup posisi trading dalam kondisi rugi. Namun, jika memakai Trailing Stop maka bisa tetap mendulang profit biarpun harga bergerak ke arah yang tak terduga. Pilih berapa poin Trailing Stop yang akan Anda gunakan. Misalnya, Anda order Buy di harga 1.2000, lalu memasang Trailing Stop di angka 20 poin. Jika kemudian harga naik ke 1.2021, maka trailing akan aktif dengan cara menggeser Stop Loss secara otomatis ke harga 1.2001. Jika harga naik lagi ke 1.2041, maka Stop Loss naik lagi ke 1.2021. Kalaupun nantinya ternyata harga berbalik turun ke 1.1975, Anda tetap bisa mendapatkan profit sebesar (1.2021-1.2000 = 21 poin).

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Begitulah pengertian dan beberapa jenis-jenis Stop Loss, tentunya harus disesuaikan dengan Trading Plan masing-masing.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI TEKNIK TRADING ini langsung dengan Saya untuk memaksimalkan profit anda
  • CALL atau WhatsApp ke SINI dan cari GERALD

Artikel Terkait