ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Tips Memilih Time Frame Terbaik Untuk Trading Forex

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Fundamental
Published : January 02, 2021
Dilihat: 1302 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Banyak trader berpengalaman mempraktekkan trading forex dengan memanfaatkan beberapa time frame dan berhasil mendapat keuntungan. Namun, trader pemula seringkali bingung karena kesulitan menentukan time frame mana yang semestinya dijadikan acuan eksekusi.   

Contohnya jika trading forex pada time frame Daily (D1) dan Hourly (H1), maka arah buy-sell ditentukan oleh time frame mana? target Take Profit dan Stop Loss ditentukan berdasarkan support dan resistance pada time frame mana? Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mari simak bersama uraian di bawah.

Cara trading forex pada time frame yang beragam itu sebenarnya sangat sederhana. Mulailah dulu dengan dua time frame, umpamanya Daily atau Hourly. Dalam hal ini, time frame Daily dipergunakan sebagai chart referensi untuk menentukan arah pergerakan harga. Sedangkan time frame Hourly dipergunakan sebagai chart eksekusi untuk menempatkan posisi trading, Stop Loss, dan Take Profit.

Setelah menyiapkan kedua time frame tersebut pada platform trading, ikutilah langkah-langkah berikut ini:

Buka time frame Daily: Perhatikan ke arah mana tren pergerakan harga; apakah bullish (naik), bearish (turun), atau ranging (naik-turun dalam kisaran terbatas). Sebagai alat bantu untuk menentukannya, Anda dapat menggambar garis tren (trendlines), channel, atau memasang indikator Average Directional Index (ADX). Tren terbaik untuk diikuti adalah tren yang bisa diketahui hanya dengan sekali lihat (tanpa alat bantu). Namun, situasi seperti itu agak jarang terjadi.

Ingat-ingat aturan ini: Jika grafik harga pada time frame Daily cenderung bullish, maka Anda hanya boleh buka posisi buy. Jika grafik harga cenderung bearish, maka Anda hanya boleh buka posisi sell. Jika tak nampak kecenderungan tren ke arah manapun, maka sebaiknya jangan trading menggunakan teknik ini karena risikonya meningkat.

Untuk posisi bullish: Pastikan bahwa tren pada time frame Daily benar-benar naik. Tunggu hingga harga pada time frame Hourly jatuh ke level support, atau hingga indikator oscillator seperti Relative Strength Index (RSI) telah menunjukkan kondisi oversold. Setelah syarat terpenuhi, bukalah posisi buy dengan level Stop Loss di bawah area support. Untuk posisi bearish: Pastikan bahwa tren pada time frame Daily benar-benar turun. Tunggu hingga harga pada time frame Hourly mencapai level Resistance, atau hingga indikator oscillator seperti Relative Strength Index (RSI) telah menunjukkan kondisi overbought. Setelah syarat terpenuhi, bukalah posisi sell dengan level Stop Loss di bawah area Resistance.

Sederhana sekali, bukan? Trader berpengalaman yang sudah mahir membaca grafik candlestick bahkan kemungkinan takkan membutuhkan indikator teknikal sama sekali untuk menerapkan teknik trading ini. Coba sekarang juga pada akun demo Anda. Bereksperimenlah menerapkan metode yang sama untuk beragam time frame lain, apabila Anda merasa kurang nyaman trading pada time frame Daily dan Hourly.

 


Artikel Terkait