ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

TRADING DENGAN GAPS

Story by : Geraldo Kofit
Category at: Artikel Baru
Published : January 14, 2022
Dilihat: 110 kali

Geraldo Kofit adalah Seorang Profesional Trader yang sudah lama berkecimpung di dunia trading kurang lebih 2 tahun. Dengan 2 teknik sederhana Trend Line dan Moving Average, Gerald siap untuk membantu anda sebagai Trading Advisor handal..


zoom

Banyak para trader yang bilang, kalau trading dihari Jum’at itu tidak aman. Benarkah ? Trading di hari Jum’at, merupakan hari yang memiliki aura ‘misteri’. Kata orang tua, banyak pantangannya. Begitupun dengan trading, dapat dikatakan tidak luput pula dengan hal tersebut, Saking ‘misterius’nya, banyak juga para trader yang tidak mau trading di hari Jum’at. 

Ditinjau dari pola kegiatan masyarakat pada umumnya, hari Jumat merupakan hari terakhir dari akitivitas bekerja, juga dalam dunia trading. Market pun libur. Semua beristirahat dan bergembira menyambut akhir pekan. Sebagai seorang trader terkadang bertrading dihari Jum'at atau di akhir pekan tidaklah terlalu membahagiakan. Mengapa? 

Fakta Atau Mitos 

Sebuah riset pun dimulai, berawal dengan mampir di forum yang satu ke forum trading yang lain, hingga bertanya ke rekan-rekan trader kenalan. Dimana pertanyaan yang saya ajukan adalah, apa mereka trading dihari Jum’at ? Akhirnya saya pun memperoleh alasan, mulai dari yang masuk akal hingga yang ‘nyeleneh’. Seperti: 

  • Trader dengan target. Ada trader yang memang tetap trading di hari Jumat, karena berhubung besok market akan libur, mereka tetap ingin target profit mingguannya tercapai. 
  • Trader yang cuek. Biasanya trader yang sibuk bekerja, mereka bertrading secara normal, semaunya mereka mau open posisi. Bahkan ada yang memang sengaja membiarkan floating. 
  • Trader tahayul. Mungkin terjadi pada para newbie yang kurang pede. Mereka dapat ‘masukan’ yang salah, kalau trading di hari Jumat itu kurang bersahabat, apalagi kalau sudah dikait-kaitkan dengan Jum’at Kliwon ataupun Friday the 13th. 

Berhubung trading merupakan dunia ‘profitable’, maka harus ada penyebab yang logis dari setiap akar masalah yang ada. 

Gap Trading 

Alasan trader menghindari trading dihari Jum’at ternyata adalah untuk menghindari yang namanya: gap trading. Kenapa gap trading begitu ‘menakutkan’ ?. Gap trading terjadi karena adanya event market (news) yang mempunyai dampak sangat kuat, dimana efeknya tidak bisa sekaligus diserap oleh market pada hari itu. Sehingga pada pembukaan market pada pekan berikutnya, terjadi gap harga yang merupakan dampak lanjutan dari efek pekan sebelumnya. Besaran gap trading yang tidak selalu pasti pun kian menambah ketidakpastian trading dengan kondisi ini. 

Gap trading di awal pekan terjadi karena nilai mata uang suatu negara yang dipengaruhi oleh banyak faktor, semacam faktor ekonomi, politik dan faktor-faktor lainnya yang terkait dengan kegiatan dan kejadian di negara tersebut. Hal seperti ini tidaklah berpengaruh pada market yang sedang mengalami libur. Namun, terkadang kejadian atau peristiwa yang istimewa dapat membuat nilai mata uang sebuah negara melonjak atau bahkan anjlok, sehingga pada saat market buka di awal pekan, terjadilah sebuah lonjakan atau anjlokan harga pada suatu pair. 

Memanfaatkan Gap 

Jika dapat dimanfaatkan dengan benar, Gap trading bisa menghasilkan profit. Coba anda lebih teliti dengan yang namanya ‘gap market’, apalagi jika anda trading indeks. Trading indeks mempunyai nilai volatilitas yang sangat tinggi dan melebih trading forex, dimana keuntungan trading indeks sangatlah banyak. Pada trading indeks keuntungan sebuah gap market akan sangat terasa, karena market indeks sering bergerak dengan trend yang cukup pendek, sehingga memaksimalkan keuntungan. Anda bisa melihat keuntungan dari sebuah gap market yang terjadi, jika dalam dua hari gap market tersebut tertutup, berarti biasanya pergerakan selanjutnya akan naik.

Namun gap pada trading forex juga dapat menguntungkan. Memang agak sulit memprediksi kemana arah gap market di akhir pekan. Jika anda melakukan trade pada hari Jumat dan gap market mendukung anda, maka anda berada dalam posisi yang menguntungkan. Tapi sebaliknya, gap market yang berlawanan dengan posisi anda justru akan memicu kerugian, target anda pun dapat sirna dengan sekejap, dan menyebabkan anda jatuh ke wilayah merah.   

Solusi Terbaik 

Dari pada bingung, mari kita ambil jalan tengahnya. Tradinglah dengan gaya masing-masing. anda dapat menghindari gap dan menutup posisi sebelum market tutup, atau membiarkan posisi terbuka di akhir pekan dan melindunginya dengan Stop Loss. Selain itu, anda juga dapat mencari gap trading, dengan memasang pending order menjelang market tutup di akhir pekan. Rekomendasi yang mudah dari saya, tradinglah pada gap market dengan menunggu saat pasar buka, dan jangan lupa terapkan money management.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari GERALD silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait