ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Trading Dengan Pinbar

Story by : Indri Dwi
Category at: Analisa Teknikal
Published : June 22, 2021
Dilihat: 122 kali

Indri Dwi adalah Seorang Trading Coach dan Profesional trader yang memiliki lebih dari 8 tahun pengalaman dalam perdagangan Emas & Forex. Keahliannya dalam trading khususnya saat menggunakan Exponential Moving Average. Indri ada disini untuk membimbing Anda dalam trading dan membantu Anda menemukan broker yang tepat dan terpercaya.Dia ada di sini untuk membantu Anda mendapatkan broker tepercaya.


zoom

Pin bar merupakan salah satu formasi dalam price action yang sering digunakan sebagai sinyal trading yang powerful, namun demikian tidak semua pin bar memiliki probabilitas tinggi.

Hanya pin bar yang terbentuk pada keadaan tertentu saja yang biasanya cukup valid sebagai sinyal trading. 

Nah pada artikel kali ini, saya akan memberikan 3 tips untuk menentukan pin bar yang memiliki probabilitas tinggi. Yuk Kita Mulai

1. Pinbar saat harga trending

Pin bar yang terbentuk pada saat keadaan pasar trending biasanya mempunyai probabilitas tinggi baik bullish reversal pin bar maupun bearish reversal pin bar. Sebenarnya pin bar pada kondisi pasar yang ranging 
(sideways) juga berpeluang untuk ditradingkan tetapi pada umumnya jarang terjadi dan lebih mudah trading dengan pin bar pada kondisi pasar yang trending.

Pinbar_saat_trending_belajar_trading

sumber: Freepik
Dalam hal ini temen" bisa mencari pasangan mata uang yang sedang trending, sedang untuk yang ranging atau choppy sementara ini bisa Anda abaikan.
Langkah pertama untuk bisa terbiasa trading dengan pin bar adalah trading pada saat kondisi pasar sedang trending dengan time frame daily atau time frame 4 jam (H4). 

Jika trading pada time frame 4 jam pilihlah pin bar pada trend yang searah dengan trend pada time frame daily

2. Pinbar yang terbentuk pada level-level kunci

Sering kali keadaan pasar tidak selalu trending dengan jelas seperti pada contoh diatas, ada kalanya bergerak sideways atau tidak menentu.

 Dalam hal ini kita bisa mengacu pada level-level kunci yaitu level resistance kunci (key resistance level) dan level support kunci (key support level) dan mengamati apakah terbentuk pin bar disekitar level tersebut.

Pinbar_saat_level_kunci_belajar_trading

sumber: Freepik

Jika pada keadaan trending terbentuk pin bar pada level support atau resistance, indikator moving averages atau Bollinger Bands maka kemungkinan validitas pin bar tersebut cukup tinggi, seperti pada contoh GBP/USD daily baru-baru ini:

(gambar: Pinbar_saat_level_kunci_belajar_trading_contoh_GU)

Pada contoh diatas tampak 3 pin bar yang terbentuk pada level-level resistance, atau lazim disebut dengan rejection pin bar.

Pada pin bar ke 3 ada faktor pendukung tambahan yaitu pin bar tersebut gagal menembus kurva resistance simple moving average (sma) 200 day, sehingga setelah terkonfirmasi oleh bar berikutnya, kemungkinan untuk meneruskan downtrend cukup besar.

3. Fokus pada Pinbar berekor panjang (long tail pin bar)

Pin bar berekor panjang biasanya mempunyai validitas yang tinggi dan sebagai sinyal trading mempunyai bobot lebih dibandingkan pin bar biasa.

Ekor panjang menunjukkan sentimen penolakan yang besar pada level tersebut sehingga besar kemungkinannya untuk terjadi false break atau gagal menembus level tersebut, seperti pada contoh GBP/JPY daily berikut ini:

sumber: Freepik

Entry bisa dilakukan setelah pin bar tersebut terkonfirmasi

Recommendation From Expert :

- Mau belajar investasi dan belajar trading lebih detail sekaligus dengan prakteknya? yuk langsung ke Sekolah Forex Gratis (insert link : https://belajartrading.co.id/pemulaprofit)
- Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
- Ingin tau bagaimana cara menggunakan menggunakan Fibonacci? CALL atau whatsapp dan cari INDRI silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait