ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Yuk Cari Tahu! Apa Itu Strategi Scalping Dan Pipsing

Story by : Danuh Nuraga
Category at: Analisa Teknikal
Published : May 27, 2020
Dilihat: 2205 kali

Danuh Nuraga adalah Konsultan Perdagangan di Pasar Keuangan yang membantu Trader dan Investor profesional mendapatkan pengetahuan berharga dan strategi penting. Ia lulus dari California State University of Northridge di AS dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen Bisnis. Ia juga memiliki pengetahuan dalam dunia bisnis, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di bidang Penerbangan dan memiliki Lisensi Pilot..


zoom

Ini dia dua kata yang sering kita dengar di pasar forex, scalping dan pipsing. Dua strategi ini merupakan jenis strategi trading yang digunakan oleh para trader untuk mendapatkan suatu keuntungan dari fluktuasi pergerakan mata uang dalam satu hari tertentu.

Order-order semacam ini dilaksanakan dalam jangka waktu yang sangat pendek, terkadang hanya dalam waktu beberapa menit. Saat Anda menggunakan strategi trading ini, penghasilan Anda dari setiap order bisa jadi sangat kecil, namun keseluruhan keuntungan bisa menjadi cukup tinggi karena besarnya nilai order-order tersebut.

Apa bedanya Scalping dan Pipsing?

Scalping, trading dalam jangka waktu yang pendek yang hanya berlangsung 5-10 menit. Sementara pipsing trading dengan jangka waktu yang sangat singkat, yang biasanya hanya berlangsung sampai dengan 2 menit. Namun demikian prinsip dari strategi-strategi ini adalah sama.

Dengan penutupan order yang cepat, dalam kondisi pengaruh pasar yang negatif, para scalper (pipser) mencoba mengurangi kerugiannya, untuk mendapatkan hasil trading yang positif dimana resiko kerugian diperkecil. Bukan sebuah rahasia lagi bahwa forex memiliki volatilitas yang tinggi, dalam suatu hari, harga naik dan turun dalam suatu kisaran tertentu.

Harga dapat melampaui lebih dari 100-150 poin dalam beberapa menit, dalam kondisi adanya suatu rilis berita yang penting. Tepatnya karena disebabkan frekuensi perubahan semacam ini, maka dimungkinkan halnya untuk meningkatkan keuntungan. Strategi trading semacam ini sangat terkenal di kalangan para trader.

Para pemula yang tidak memiliki pengalaman, yang menggunakan strategi ini berpikir bahwa scalping tidak membutuhkan pengetahuan yang khusus. Namun seorang trader harus memahami bahwa setiap strategi trading membutuhkan pengetahuan dan latihan.

Kekurangan Scalping dan Pipsing

Jika Anda menggunakan Stop Loss, maka penempatannya akan membutuhkan sejumlah waktu yang mana dibutuhkan untuk strategi scalping ini akan mengakibatkan suatu penundaan yang mungkin akan mengurangi kemungkinan anda akan mendapatkan keuntungan.

Beberapa trader melihat hal ini sebagai suatu penolakan untuk menempatkan Stop Loss, namun cara seperti ini memiliki resiko kehilangan keuntungan, contoh, ketika harga dalam kondisi perubahan ke arah yang tidak diinginkan oleh seorang trader dan jika kondisi ini terjadi, koreksi harga ke tingkatan sebelumnya mungkin akan memakan waktu yang lama.

Hal yang seharusnya tidak dilupakan bahwa pipsing adalah menjalankan suatu order dalam jumlah yang besar dalam jangka waktu yang pendek, hal ini membutuhkan konsentrasi dan fokus yang maksimum dari seorang trader pada grafik dan jejak pergerakan pasar. Jika seorang trader tidak memiliki tingkatan reaksi yang dibutuhkan, ia mungkin tidak akan tepat waktu pada saat membuka order di harga yang diinginkan, yang akan menyebabkan tidak bisanya menerima keuntungan yang diharapkan, situasi ini berlaku sama pada saat penutupan order.


Artikel Terkait