ARTIKEL BARU

ARTIKEL BARU

Ini 5 Tahapan Gelembung Ekonomi atau Economic Bubble! Waspada!

Story by : Hadi J
Category at: Artikel Baru
Published : July 21, 2022
Dilihat: 99 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Gelembung Ekonomi atau Economic Bubble merupakan peristiwa yang patut diwaspadai setiap orang, termasuk para trader. Secara sederhana, gelembung ekonomi didefinisikan sebagai siklus ekonomi yang ditandai dengan eskalasi nilai pasar yang cepat, terutama pada harga aset. Gelembung ekonomi terjadi ketika harga lebih besar dari value.

Saya sudah menjelaskan definisi dan penyebab Gelembung Ekonomi atau Economic Bubble pada artikel sebelumnya. Anda bisa membacanya pada link dibawah ini!

Baca Juga: Economic Bubble atau Gelembung Ekonomi, Fenomena Menakutkan Buat Para Trader

Kali ini saya ingin menjelasakan tahapan menuju gelembung ekonomi ini. Mengapa Anda perlu tau? Tentu saja sebagai bahan analisis. Sebagai trader, baik pemula maupun professional, Anda selayaknya perlu melakukan analisis teknikal dan analisis fundamental.  Nah, isu ekonomi makro merupakan salah satu analisis fundamental.

Tahapan Terjadinya Gelembung Ekonomi

Untuk menjelaskan tahapan terjadinya gelembung ekonomi saya akan mengangkat pendapat Ekonom Hyman P. Minsky. Hyman P. Minsky menulis mengenai ketidakstabilan ekonomi dalam buku Stabilizing an Unstable Economy (1986). Dilansir dari Forbes.com, Minsky mengidentifikasi lima tahap siklus gelembung ekonomi dalam terbentuknya bubble dalam siklus ekonomi. Berikut step-by-step terjadinya gelembung:

1. Displacement

Proses awal terjadinya gelembung (bubble) ketika adanya peluang baru  yang dirasa menguntungkan buat investor seperti teknologi baru, kebijakan ekonomi, rendahnya nilai bunga. Hal ini akan menarik perhatian banyak investor atau pengusaha untuk berbondong-bondong menginvestasikannya. 

“A displacement occurs when investors get enamored by a new paradigm, such as an innovative new technology or interest rates that are historically low.”

2. Boom 

Proses berlanjut dengan naiknya harga secara perlahan hingga memperoleh momentum yang membuat banyak investor yang ingin ikut memasuki pasar.  Semakin banyak peserta, terciptalah panggung untuk munculnya fase booming.  

Harganya yang terus naik memunculkan anggapan bahwa ini akan berlangsung cukup lama dan sangat kecil kemungkinan untuk jatuh. Takut kehilangan apa yang bisa menjadi kesempatan sekali seumur hidup memicu lebih banyak spekulasi, menarik semakin banyak peserta ke dalam flip. Tahapan ini disebut “BOOM”

3. Euphoria 

Setelah tahap Displacement dan Boom,  proses pembentukan gelembung memasuki tahap yang dinamakan euphoria. Untuk menjelaskan konsep ini, saya akan mengutip Forbes.com.

“During this phase,caution is thrown to the wind, as asset prices skyrocket. The "greater fool" theory plays out everywhere. Valuations reach extreme levels during this phase.”

Tahapan ini ditandai dengan harganya yang semakin meninggi sehingga investor di awal-awal merasa senang akan hasil yang didapat. Berita mengenai keuntungan tersebut semakin tersebar, sehingga lebih banyak lagi investor yang masuk agar tak ketinggalan euphoria yang terjadi.

“During the euphoric phase, new valuation measures and metrics are touted to justify the relentless rise in asset prices.”

4. Profit taking

Apakah Anda pernah bertanya-tanya, seperti apa ciri investor yang cerdas atau investor yang ikut-ikutan? Jawabannya sederhana. Anda mampu membaca situasi pasar. Kemampuan membaca situasi pasar ini memang perlu dilatih secara terus-menerus.

Tahap profit taking terjadi ketika para investor mulai merasa janggal dengan meningkatnya harga tersebut. Namun, memperkirakan waktu yang tepat sebelum pecahnya gelembung merupakan latihan yang sulit dan berisiko bagi kesehatan keuangan seseorang. 

Ingat perkataan John Maynard keynes, “the markets can stay irrational longer than you can stay solvent."

Baca Juga: Faktor-Faktor Politik yang Menyebabkan Pergerakan Drastis di Market

Perlu diketahui ketika masuk tahap ini, hanya diperlukan beberapa peristiwa yang relatif kecil untuk menusuk gelembung. Setelah gelembung tertusuk, gelembung tidak akan bisa mengembang lagi.

Mau tau salah satu aksi profit taking terbesar dalam sejarah? Anda bisa menonton film The Big Short yang di produksi tahun 2015. Film ini berkisah kondisi di pasar Amerika Serikat sebelum mengalami krisis ekonomi pada tahun 2008.  Film ini memperlihatkan baagaimana beberapa perusahaan mampu mengambil keuntungan sebelum gelembung ekonomi pecah. 

5. Panic 

Inilah tahap terakhir dari gelembung ekonomi. Anda akan menghadapi harga aset berbalik arah dan mulai terjun bebas. Investor dan spekulan yang tersisa dan tidak mengambil profit taking sebelumnya, dihadapkan pada persoalan margin call atau jatuhnya nilai kepemilikan mereka. Hal ini memaksa mereka untuk meminimalisasi kerugian dengan melikuidasi aset mereka dengan harga berapapun. Menurunnya harga biasanya sama cepatnya dengan meningkatnya harga di awal siklus ini terjadi. Akhirnya, harga aset semakin menurun sedangkan suplai masih sangat banyak. 

Pembahasan selanjutnya, saya akan membahas apa saja dampak gelembung ekonomi dan bagaimana menyikapi bubble dalam kaitannya dengan aktivitas trading Anda. Simak pembahasan selengkapnya di artikel berikutnya.

Anda ingin berdikusi dengan saya terkait topik ini ataupun topik lainnya? Silahkan hubungi saya. Saya siap berdiskusi dengan Anda!

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.

Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

CALL atau whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI


Artikel Terkait