PSIKOLOGI TRADING

PSIKOLOGI TRADING

SOLUSI DARI 4 MASALAH PSIKOLOGIS UTAMA TRADER

Story by : Hadi J
Category at: Psikologi
Published : February 17, 2021
Dilihat: 764 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Dewasa ini, hampir semua trader dan investor mempunyai rasa khawatir terlepas dia seorang trader profesional atau trader pemula. Mengamati pergerakan harga, membaca berita atau komentar para pakar bisa membuat trader khawatir atau bahkan takut. Namun pada kenyataannya kunci untuk bisa sukses dalam trading terletak pada bagaimana kita menyiapkan diri untuk bisa mengatasi kekhawatiran dalam trading. Artinya, bagaimana kita menyiapkan diri untuk bisa menerima resiko dalam trading yang tidak bisa dihindari.

Semakin tinggi ketergantungan seseorang terhadap hasil trading akan semakin tinggi pula level kekhawatirannya. Biasanya setelah mengalami kerugian, trader akan menjadi semakin ragu dan hati-hati untuk masuk pasar guna menghindari kesalahan. Jika hal ini dibiarkan berlangsung terus maka trader akan dikendalikan oleh rasa khawatir tersebut yang pada akhirnya bisa menimbulkan stress berat dan frustasi karena tidak pernah masuk pasar. Rasa khawatir harus bisa kita kendalikan, bukan sebaliknya. Dibawah ini adalah 4 kekhawatiran utama dalam trading yang seharusnya dihindari:

1. Selalu Berfikir akan Rugi

Kekhawatiran ini sangat umum dan dialami oleh setiap trader. Akibat dari kekhawatiran ini trader akan jarang masuk pasar karena selalu ragu dengan strategi tradingnya. Ragu untuk entry dan juga ragu untuk exit ketika telah mempunyai posisi trading. Semakin lama trader berada dalam keadaan psikologis yang demikian maka akan semakin tidak percaya diri. Pada akhirnya ia akan berhenti trading karena merasa lebih nyaman dengan tidak masuk pasar sama sekali.

Tidak ada trader yang ingin rugi, namun dalam kenyataannya trader yang telah berpengalaman dan trader profesional yang terkenal sekalipun pernah mengalami kerugian beruntun. Bedanya adalah mereka rugi lebih sedikit dari keuntungannya. Inilah yang menyebabkan mereka tetap bertahan baik secara finansial maupun psikologis. Kunci utamanya adalah percaya diri. Mereka percaya pada sistem trading yang telah disepakati dan disiplin dalam menggunakannya.

Ketika Anda ragu untuk entry sekalipun sistem trading Anda telah teruji, cobalah untuk tidak berfokus pada hasil akhir melainkan fokus pada proses eksekusi yang akan Anda lakukan. Ketika Anda percaya strategi trading Anda akan berjalan dengan baik, maka jangan merasa khawatir pada hasil trading. Lakukan trading seperti yang Anda rencanakan.

2. Pesimis akan Ketepatan Waktu Entry

Setiap trend selalu menimbulkan keraguan pada sebagian trader. Ketika trend sedang berlangsung sebagian trader ada yang ragu apakah masih akan tetap rending, ataukah akan segera berbalik arah, tetapi sebagian yang lain merasa telah kehilangan momen entry. Banyak trader yang begitu saja masuk ketika pasar sedang trending dengan kuat tanpa memperhitungkan kemungkinan trend akan berbalik arah. Jika Anda tidak hati-hati kekhawatiran ketinggalan pasar tersebut bisa berbahaya. Trader yang berpengalaman selalu menganjurkan agar menghindari entry pada saat volatilitas pasar sedang tinggi.

3. Was-was akan Profit yang Menjadi Loss

Banyak trader yang tidak menjalankan peraturan klasik dalam trading : biarkan keuntungan terus berlangsung dan hentikan kerugian sedini mungkin (let your profits run and cut your losses short). Malahan mereka sering kali bertindak berlawanan dengan menghentikan keuntungan sedini mungkin dan membiarkan kerugian terus berlangsung. Mereka lakukan ini karena khawatir keuntungan yang telah diperoleh akan berubah menjadi kerugian, sekalipun strategi trading-nya belum memberikan sinyal exit. Cara trading yang seperti itu tidak akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang, dan mesti dihindari. Sekali Anda melakukan cara itu, kemungkinan akan selalu berulang. Trader harus disiplin dan konsisten dengan strategi trading yang telah disepakati termasuk risk/reward ratio yang telah ditetapkan.

4. Tidak Percaya dengan Rekomendasi (Signal Trading)

Secanggih apapun sistem trading Anda tidak akan menghasilkan sinyal trading yang selalu benar. Jika Anda percaya pada profitabilitas sistem trading maka tidak ada alasan untuk selalu khawatir pada setiap trade yang akan Anda lakukan. Sifat perfectionist atau ingin selalu sempurna tidak berlaku dalam trading. Jika Anda tidak bisa menerima kerugian meskipun kecil, Anda akan sering mengalami kerugian dalam jumlah yang lebih besar.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI ¬†silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait