CARA TRADING FOREX

CARA TRADING FOREX

Di banyak platform perdagangan forex atau saham di luar negeri, dijelaskan bahwa Anda harus berusia
minimal 18 tahun untuk bisa membuka akun trading, kecuali Anda sudah mendapatkan persetujuan
orang tua. Jadi, pelajar di bawah usia 18 tahun tetap bisa memiliki akun trading atas nama orang tua dan
akun tersebut dikenal sebagai akun kustodian (custodial account). Di Indonesia sendiri, pelajar yang
berusia 17 tahun sudah berhak untuk mendapatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan bisa membuka
rekening di bank atas nama sendiri. Dengan rekening serta KTP ini, para pelajar tersebut bisa membuka
akun trading atas nama sendiri dan bisa mulai melakukan perdagangan forex atau saham yang
diinginkan.


• Miliki percaya diri sebagai poin terpenting ketika Anda memutuskan menjadi seorang trader
• Miliki komitmen jangka panjang untuk menjadi seorang trader handal
• Jangan pernah berpikir untuk bisa langsung cepat kaya raya melalui perdagangan forex
• Miliki passion untuk terjun ke dunia perdagangan forex karena passion akan menggerakkan
  Anda untuk tidak menyerah pada keadaan apa pun sebagai seorang trader
• Jika memungkinkan, investasikan waktu dan dana untuk belajar lebih serius mengenai forex
  melalui kursus atau kelas edukasi resmi seperti yang dimiliki oleh PT. Astronacci
  International yang bisa menjadi mentor sekaligus mitra yang Anda percaya
• Pastikan Anda menggunakan dana lebih yang selama ini belum Anda butuhkan yang tidak
  akan mengganggu tabungan Anda untuk perdagangan forex Anda
• Miliki keberanian untuk mengambil risiko, namun tetap bersikap tidak ceroboh untuk
  meminimalisir risiko yang bisa terjadi
• Kendalikan emosi karena hal ceroboh biasanya terpicu oleh emosi yang tak terkendali
• Fokus pada prosedur yang ada dan pengelolaan uang Anda
• Sebaiknya Anda memegang akun trading Anda sendiri dan tidak mempercayakan dana Anda
  pada orang lain
• Pilihlah perusahaan trading forex yang terpercaya dan memiliki ijin resmi, salah satunya PT.
  Astronacci International.


Bank sentral (central bank) sebagai perwakilan pemerintah memiliki peran dalam menentukan suku
bunga yang akan mempengaruhi pasangan mata uang atau salah satu mata uang dari pasangan mata
uang tersebut. Semua negara pasti memiliki Bank Sentral. Indonesia pun memiliki Bank Sentral, yaitu
Bank Indonesia. Namun, tidak semua Bank Sentral memiliki pengaruh pada pasar forex, termasuk Bank
Indonesia karena mata uang Rupiah jarang digunakan. Bank-bank sentral yang memiliki pengaruh besar
dalam pasar forex adalah Reserve Bank of Australia (RBA), Federal Reserve (the Fed di Amerika Serikat),
Bank of England (BoE di Inggris), Swiss National Bank (SNB), Reserve Bank of New Zealand (RBNZ),
People’s Bank of China (PBOC), European Central Bank (ECB di Uni Eropa), Bank of Japan (BoJ) dan Bank
of Canada (BoC).


Dengan memahami siapa saja para pelaku kegiatan jual beli di pasar forex, maka Anda akan
mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana harga-harga bergerak atau apa yang
mempengaruhi harga pasangan mata uang tertentu. Para pelaku tersebut adalah pemerintah dan bank
sentral, bank dan institusi keuangan, perusahaan multinasional, spekulan, broker forex dan pedagang
forex ritel.


Ada sembilan lokasi, yaitu Tokyo, Singapura, London, New York, Zurich, Frankfurt, Paris, Sydney dan
Hong Kong. Di sinlah mata uang diperdagangkan di hampir setiap zona waktu. Artinya saat perdagangan
valas di Amerika sudah tutup, pasar valas dimulai lagi di Tokyo, sesuai zona waktu masing-masing. Hal ini
menunjukkan betapa aktifnya pasar valas di sepanjang hari dengan harga yang berubah secara konstan.


Seperti saat kita berbelanja di sebuah pasar, pasar valas atau pasar forex juga bergantung pada
penawaran (supply) dan permintaan (demand) antara calon pembeli dan penjual dari suatu barang.
Sebagai contoh, ada permintaan tinggi untuk US Dollar (USD) dari warga negara Indonesia yang
memegang mata uang Rupiah (IDR), lalu mereka menukarkan mata uang Rupiah ke US Dollar. Nilai mata
uang US Dollar ini akan meningkat sementara nilai mata uang Rupiah akan jatuh. Perlu dipahami bahwa
transaksi ini hanya mempengaruhi pasangan mata uang IDR/USD dan tidak mempengaruhi depresiasi
USD terhadap mata uang asing lainnya. Hal-hal lain yang bisa menggerakkan pasar valas atau pasar forex
ini adalah berbagai peristiwa yang mempengaruhui ekonomi makro secara luas, seperti GDP (Gross
Domestic Product atau suatu indicator penting untuk mengukur kesehatan perekonomian suatu
negara), pemilihan Presiden yang baru di suatu negara, tingkat pengangguran yang tinggi dalam
masyarakat, tingkat suku bunga yang berlaku di suatu negara hingga inflasi.


Bank-bank multinasional merupakan pemain pasar forex yang paling berpengaruh, selain bank-bank
swasta ternama dan bank komersial pada umumnya. Bank multinasional adalah bank-bank besar yang
umumnya berada di negara maju dan memiliki cabang di banyak negara. Yang termasuk sebagai bank
multinasional adalah UBS, Citi, JPMorgan Chase, BofA Merrill Lynch, Deutsche Bank, Barclays, HSBC,
Morgan Stanley, XTX dan Goldman Sachs. Bank-bank multinasional bertransaksi di Inter Bank Market
(pasar antar bank) dalam jumlah besar sehingga mereka bisa mempengaruhi harga secara independen.
Kesepakatan harga yang terjadi di pasar inilah yang menentukan nilai tukar mata uang. Pasar forex
memiliki sifat tidak terpusat (decentralized) yang menyebabkan adanya perbedaan nilai tukar antara
bank satu dengan bank lain.

 

 


Forex atau FX merupakan singkatan dari istilah panjang ‘foreign exchange’ yang dalam bahasa Indonesia
diterjemahkan sebagai valuta asing atau valas. Forex adalah mata uang yang diterima, diakui dan
digunakan dalam dunia perdagangan Internasional sebagai alat pembayaran. Ada 192 mata uang di
dunia, namun pasar forex atau pasar valas hanya menggunakan mata uang dari negara yang memiliki
peran besar dalam perekonomian dunia, seperti US Dollar (USD), Poundsterling (Great Britain Pound /
GBP), Yen (Japanese Yen / JPY), Euro (EUR), Dollar Australia (AUD) dan Franc Swiis (Confederatio
Helvetica Franc / CHF).

 

 


Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia perdagangan forex merupakan dunia yang
didominasi oleh kaum pria. Namun, seiring berjalannya waktu, makin banyak trader wanita yang terjun
di dunia forex yang sebenarnya tidak memiliki batasan gender ini. Pria dan wanita memiliki kesempatan
yang sama untuk sukses sebagai seorang trader forex. Apalagi wanita memiliki beberapa kelebihan
khusus dibanding pria jika dikaitkan dengan dunia perdagangan forex, seperti wanita lebih memiliki
kesabaran, ketegasan serta ketekunan yang sangat menunjang kelancaran proses perdagangan forex
yang dijalaninya, sekaligus tidak emosional. Wanita juga cenderung tidak kompetitif sehingga biasanya
menghindari risiko berlebihan yang bisa merugikan.

 


ORGANISASI NEGARA PENGEKSPOR MINYAK (OPEC)
OPEC merupakan singkatan dari ‘the Organization of the Petroleum Exporting Countries’ atau Organisasi
Negara Pengekspor Minyak. OPEC merupakan organisasi antar pemerintah dari 13 negara pengekspor
minyak yang mengkoordinasikan kebijakan perminyakan para anggotanya.


OPEC memiliki misi untuk memastikan stabilisasi pasar minyak demi mengamankan pasokan minyak
bumi yang teratur serta efisien kepada konsumen, pendapatan bagi para produsen, dan pengembalian
modal yang adil kepada investor industri.


OPEC didirikan pada tahun 1960 oleh negara Arab Saudi, Venezuela, Irak, Iran dan Kuwait.


Setelah itu, negara-negara lain yang bergabung dengan OPEC adalah negara Libya, Uni Emirat Arab,
Aljazair, Nigeria, Ekuador, Gabon, Angola, Guinea Ekuatorial, dan Republik Kongo.


Pada bulan Januari 2020, OPEC memiliki 13 negara anggota di mana lima negara di Timur Tengah, tujuh
negara di benua Afrika serta satu negara di Amerika Selatan.


OPEC memiliki tujuan untuk mengkoordinasikan serta menyatukan kebijakan perminyakan di antara
negara anggota OPEC, untuk mengamankan harga yang adil dan stabil bagi para produsen minyak,
menjaga pasokan minyak bumi yang efisien, ekonomis serta teratur ke negara-negara konsumen, dan
pengembalian modal yang adil bagi mereka yang berinvestasi di industri ini.


Bisa dikatakn, OPEC adalah kartel dalam arti OPEC mengatur pasokan minyak dengan harapan bisa
mengendalikan harga. OPEC melakukan hal ini dengan mengadakan pertemuan dua kali dalam satu
tahun untuk menetapkan kuota produksi untuk negara anggotanya.


OPEC mendapat julukan sebagai ‘Black Crack Mafia’.


Di masa lalu, dominasi OPEC atas produksi minyak membuat organisasi tersebut dianggap sangat kuat.


Menurut Administrasi Informasi Energi AS (EIA atau US Energy Information Administration), tingkat
gabungan produksi minyak OPEC mewakili 44 persen dari total dunia pada tahun 2016. Hal ini berarti
OPEC menyumbang 81,5 persen dari cadangan minyak dunia.


Secara garis besar, OPEC memiliki tiga tujuan utama, yaitu:


#1 – Menjaga harga minyak tetap stabil
OPEC menjaga harga minyak tetap stabil dengan mengkoordinasikan produksi minya anggotanya melalui
kuota. Secara teori, OPEC anak mampu memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap harga minyak
di pasar dunia dengan cara mengendalikan suplai minyak.

#2 – Mengurangi volatilitas harga minyak

OPEC mengurangi ketidakstabilan harga minyak, dengan harapan OPEC membuat produksi serta
pasokan minyak menjadi menguntungkan bagi anggota OPEC. Hal ini juga membantu mencegah
persaingan dari industri fracking Amerika yang sedang tumbuh, serta dari negara-negara non-OPEC dan
non-afiliasi OPEC. Sebagai info, fracking merupakan singkatan dari ‘hydraulic fracturing’ yang merupakan
suatu teknik ekstraksi dalam industri minyak dan gas bumi.

#3 – Meminimalkan surplus dan kekurangan
OPEC bertujuan untuk menyesuaikan pasokan minyak dalam memerangi kelebihan dan kekurangan
yang dapat membantu mengurangi volatilitas harga minyak di pasar internasional.