CARA TRADING FOREX

CARA TRADING FOREX


 Kualitas bank sebagai tempat penyimpanan dana para trader sebagai klien harus benar-benar
    terjamin.
 Bank harus diregulasi dan broker harus memonitor kualitas bank secara teratur.
 Broker menetapkan kebijakan akun terpisah (segregated account), yaitu dana milik klien harus
    terpisah dari asset perusahaan.
 Broker menyerahkan laporan keuangan dan audit keuangan tahunan secara teratur.
 Broker menerapkan asuransi untuk dana klien di FSCS (Financial Services Compensation Scheme)
    agar dana klien terjamin keamanannya jika terjadi kebrangkutan atau likuidasi.

 


• Broker dealing desk disebut juga dengan istilah broker bnadar atau bucket shop
• Broker dealing desk cenderung menetapkan banyak persyaratan trading yang menguntungkan
  broker sendiri yang disebabkan oleh konflik kepentingan yang sangat tinggi antara broker dan
  nasabah
• Broker dealing desk cenderung membatasi gaya trading para trader yang menjadi nasabah
  mereka
• Cara kerja broker dealing desk adalah dengan mendapatkan penghasilan (income) dari
  kekalahan (loss) Anda dalam melakukan trading.
• Berbagai masalah yang trader hadapi ketika memilih broker dealing desk yang cenderung
  membuat trader mengalami kekalahan (loss), yaitu server sering mengalami down, cara eksekusi
  order yang cenderung dilambatkan, terjadi requote, harga freeze (tidak bergerak), manipulasi
  harga hingga pelarangan untuk menggunakan teknik-teknik tertentu (hedging, scalping dan
  sebagainya).
• Broker dealing desk biasanya memberikan iming-iming berupa berbagai hal berlebihan untuk
  menarik minat calon klien, seperti leverage sangat tinggi, spread sangat kecil hingga bebas
  bunga
• Jika Anda terlanjut memilih broker dealing desk, pastikan broker tersebut merupakan
  perusahaan yang cukup besar agar bisa membayar Anda ketika Anda menang.


Sebelum Anda memilih broker yang Anda percaya, pahami bahwa tidak semua broker itu sama. Selain
dibedakan atas status regulasinya, yaitu teregulasi dan tak teregulasi, maka broker forex juga dibedakan
berdasarkan sistemnya. Ada tiga jenis broker forex berdasarkan sistem, yaitu:
• Broker Dealing Desk
• Broker Non-Dealing Desk
• Broker Hybrid


• Broker bandar biasanya menetapkan deposito awal yang besar yang umumnya sekitar Rp.
  50.000.000,- hingga Rp. 100.000.000,-.
• Server sering mengalami down dan trading pun bermasalah ketika kita melakukan trading.
• Broker bandar biasanya memegang kendali trading dan bisa seenaknya memainkan harga atau
  transaksi para trader sebagai nasabahnya.
• Broker bandar biasanya merupakan broker yang tidak teregulasi atau tidak resmi.
• Broker bandar biasanya memiliki kantor di negara terpencil atau negara yang menerapkan
  ancaman hukuman yang ringan. Sebagai contoh adalah negara Rusia di mana tidak adanya
  badan regulasi pengawasan dari pemerintah setempat serta badan regulator internasional.
• Broker bandar semakin meraup keuntungan ketika semakin banyak kerugian yang dialami oleh
  trader dari kekalahan dalam pasar uang.
• Proses pendaftaran untuk pembukaan akun trading yang sangat mudah, bahkan terkadang
  tanpa verifikasi berbelit untuk melengkapi persyaratan registrasi akun live trading.
• Tidak adanya kebebasan bagi para trader untuk melakukan trading karena berbagai teknik
  dibatasi penggunaannya, seperti teknik hedging, teknik scalping dan sebagainya. Broker bandar
  biasanya telah memasang suatu script otomatis untuk menghalangi teknik-teknik tersebut.
• Adanya pihak ketiga untuk melayani setoran deposit dan transfer withdraw.
• Adanya berbagai tawaran promosi untuk menarik para klien atau nasabah baru di mana promosi
  tersebut sebenarnya tidak sama dengan kondisi nyata di pasar, seperti menawarkan leverage
  sangat tinggi dan spread sangat rendah.
• Broker bandar biasanya menawarkan bonus-bonus besar demi menarik minat para trader.
• Broker bandar terkadang bisa menghilangkan data transaksi secara sepihak dengan alasan
  trading tidak sah.


• FCA (Financial Conduct Authority) di Inggris
• NFA (National Futures Association) dan CFTC (Commodity Futures Trading Commission) di
  Amerika Serikat
• ASIC (Australia Securities and Investments Commission) di Australia
• MiFID (Market in Financial Instruments Directive) di Eropa
• Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di Indonesia


 Broker hybrid merupakan perpaduan antara broker dealing desk dan broker non dealing desk.
    Artinya, broker hybrid merupakan gabungan dari broker dealing desk dengan broker ECN /
    broker STP / broker DMA. Sebagai info, ECN adalah singkatan dari Electronic Communication
    Network, STP adalah singkatan dari Straight Through Processing dan DMA adalah singkatan dari
    Direct Market Access.
 Broker hybrid biasanya menjadi bandar untuk order kecil, seperti micro lot dan mini lot


 Broker DMA merupakan singkatan dari Direct Market Access.
 Broker DMA memungkinkan para trader untuk mengakses langsung ke beberapa bank besar
    sebagai likuidator sekaligus. Cara ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat spread dan eksekusi
    harga yang terbaik dan cepat.
 Broker DMA mendapatkan profit hanya dari selisih spread bid ask saja dan biasanya tanpa
    komisi


 Broker STP merupakan singkatan dari Straight Through Processing.
 Broker STP berfungsi sebagai penghubung trader dengan broker lain selaku likuidator di mana
    eksekusi order dari trader disampaikan ke broker ECN atau institusi besar.
 Broker STP memiliki satu atau lebih penyedia likuiditas sehingga akan lebih baik dalam
    memenuhi order dari para trader di mana sistem STP akan mencarikan harga yang paling pas
    untuk order trader dari bank-bank yang menjadi penyedia likuiditasnya.


• Broker ECN (Electronic Currency Network) merupakan jenis broker yang paling banyak disukai
  oleh para trader.
• Cara kerja broker ECN: harga yang terjadi benar-benar sesuai dengan market.
• Trader terlibat langsung dan berpartisipasi dalam pasar yang sesungguhnya. Selain trader,
  partisipan lain yang terlibat dalam pasar ini adalah bank, institusi, pemerintah hingga trader
  perorangan. Seluruh partisipan ini saling berinteraksi dalam melakukan transaksi jual dan beli
  secara bersamaan tanpa melewati broker lagi.
• Broker ECN mendapat profit melalui komisi dari para trader-nya.


• Broker non-dealing desk disebut juga dengan istilah broker non bandar
• Broker non-dealing desk tidak membatasi gaya trading para trader sebagai nasabahnya, seperti
  scalping, hedging dan sebagainya.
• Cara kerja broker non-dealing desk yaitu dengan mendapatkan keuntungan hanya dari selisih
  spread. Sebagai info, spread adalah selisih antara harga jual dan nilai beli dalam trading forex.
• Harga yang tersedia di nasabah adalah harga yang transparan apa adanya tanpa campur tangan
  pihak broker. Hal ini membuat harga atau spread bisa berubah-ubah sesuai market.
• Biasanya leverage yang diberikan tidak terlalu tinggi.
• Broker Non-Dealing Desk terbagi dalam tiga jenis, yaitu broker ECN, broker STP dan broker
  DMA.