MONEY MANAGEMENT

MONEY MANAGEMENT

PEDOMAN UMUM DALAM MONEY MANAGEMENT

Story by : Hadi J
Category at: MONEY MANAGEMENT
Published : October 02, 2021
Dilihat: 135 kali

Hadi adalah penasihat perdagangan di pasar berjangka sebagai pedagang valas dan komoditas. Sebagai seorang trader scalper, Dia menggunakan strategi Trendline dan Indikator Aligator untuk trading. Dia akan membantu Anda mempelajari cara menghasilkan uang dari 'zero' menjadi 'hero'.


zoom

Banyak trader yang telah mengantongi kemenangan lalu mencoba melakukan transaksi lagi. Misalnya jika seorang trader dengan akun 30,000 USD membuka posisi trading dan mendapatkan profit, kemungkinan besar ia akan berhasrat untuk bertrading lagi agar balancenya tumbuh menjadi 60,000 USD.
Sayangnya cara tersebut tidak diperkenankan dalam waktu singkat setelah profit. Dengan kata lain, jangan menjadi trader yang serakah. Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan, suatu trading ada karena terjadinya ruang untuk bulls dan bears di pasar. Jika Anda masuk dan keluar pada posisi yang benar, maka Anda akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya apabila Anda salah prediksi dan menempatkan order di level entry atau exit yang salah, maka posisi Anda akan terbantai. Untuk itu, kami sangat menyarankan Anda untuk bertransaksi dalam jumlah yang kecil saja dan secara ketat menerapkan metode money management. Ada banyak informasi valas di website dan puluhan ribu buku tentang trading. Sebagian besar dari materi-materi tersebut biasanya menghabiskan setidaknya satu bab untuk membahas tentang money management (mm). Berikut adalah beberapa pedoman yang sangat umum untuk mengelola mm:

Jangan Menggunakan Lebih Dari Sepertiga Modal Trading Anda Untuk Satu Posisi

Resiko per trade merupakan perhitungan yang penting untuk Anda perhatikan, karena dari sinilah Anda bisa memperkirakan berapa besar loss maksimal yang bisa Anda toleransi dari setiap order yang Anda tempatkan. Umumnya, ada hitungan persentase dari modal, seperti 2% atau 5% dari modal yang bisa dijadikan pedoman dalam menentukan resiko ini. Jika Anda ingin akun trading bertahan dalam waktu lama, jangan gunakan resiko per trade lebih besar dari sepertiga (30%) modal trading Anda.

Gunakan Stop Loss Sebagai Pelindung

Dalam money management, ada perhitungan rasio risk/reward yang bisa diterapkan untuk membatasi kerugian sekaligus mengunci profit di setiap trade yang Anda buka. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan fitur stop loss dan juga take profit yang tersedia di platform. Anda bisa mengambil beberapa poin dari level entry untuk menentukan stop loss dan take profit sesuai dengan batas toleransi Anda.

Jangan Pernah Menambah Posisi  Kalah

Kesalahan trading yang berakibat pada kekalahan adalah sesuatu yang harus diakui dan dipelajari agar bisa bermanfaat bagi trading selanjutnya. Hal tersebut adalah bagian dari proses belajar trading, konsekuensi dari tindakan Anda, dan resiko yang memang harus ditanggung. Jangan mencoba untuk memperbaiki kekalahan dengan menambah posisi di luar rencana. Selain karena tidak ada perhitungan yang menjamin keberhasilan posisi tersebut, tindakan seperti itu juga lebih dipengaruhi oleh emosi trading yang berbahaya. Bukannya mengcover kerugian sebelumnya, menambah posisi trading secara emosional malah akan menambah loss yang tidak perlu.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI silahkan hubungi di SINI

Artikel Terkait